Scroll to Top
Kepala Desa Laipandak : Pelihara Ikan Di Kolam Sebagai Pemutus Rantai Malaria
Posted by maxfm on 9th Juni 2024
| 738 views
Kades Laipandak, Gerard Nggau Behar [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM WAINGAPU – Setelah sebelumnya menghadirkan beberapa inovasi di desa Laipandak, Kecamatan Wulla Waijilu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, kali ini dengan bangga Kepala Desa Laipandak memperlihatkan inovasi terbaru kolam ikan di desanya.

Sebelumnya di sekitar rumah Kepala Desa Lainpandak Gerard Nggau Behar sudah ada kolam ikan permanen terbuat dari batako dan diplester rapi dan terdapat ratusan ikan nila yang sudah berkembang menjadi lebih banyak lagi jumlahnya.

Uniknya inovasi memelihara ikan di kolam baru desa Laipandak dilakukan di saluran irigasi permanen yang merupakan bagaian dari bendungan Baing yang dibangun di desa Laipandak untuk mengairi lahan 2.000 hektare.

Kolam Ikan di Selokan Bendungan Baing di Desa Laipandak [Foto : Heinrich Dengi]
Kolam Ikan di Selokan Bendungan Baing di Desa Laipandak [Foto : Heinrich Dengi]

Kepala Desa Laipandak Gerard Nggau Behar menjelaskan dipakainya bagian selokan bendungan Baing karena selama ini selokan yang menuju ke areal persawahan di Baing belum digunakan.

“Ada cukup banyak air di selokan yang belum digunakan yang melewati desa Laipandak, sehingga bila dibiarkan akan jadi tempat berkembang biaknya nyamuk, karena airnya hanya menggenangi selokan dan tidak mengalir,” jelas Kepala Desa Laipandak Gerard Nggau Behar kepada MaxFM di sekitar bendungan Baing, Sabtu (08/06/2024)

Lanjut Kepala Desa Laipandak Gerard Nggau Behar, daripada dibiarkan menjadi tempat berkembangnya nyamuk dirinya berpikir lebih baik kalu di selokan yang belum digunakan dilepas ikan.

“Akhirnya saya putuskan ikan-ikan dari kolam dekat rumah saya yang sudah besar-besar dipindah di kolam sederhana memanfaatkan selokan bendungan Baing,” lanjut Kades Gerard.

Tambah Kades Gerard, kolam ikannya sangat sederhana, hanya membuat pematang untuk mengatur masuknya air dan di ujung akhir setiap kolam dipasang sekat dari bambu yang dibuat jarak satu dengan lainnya dan diberi kelambu bekas yang lobang kelambunya halus agar ikan tidak hilang ke kolam sebelahnya.

Kades Laipandak Memgang Pakan Ikan Sambil Menjelaskan Kepada Elias dari YKRM Terkait Kolam Ikan di Selokan Bendungan Baing [Foto: Heinrich Dengi]

“Awal saya sendiri yang mengembangkan kolam ikan di selokan bendungan Baing, kemudian bergabung juga sembilan warga lain yang membuat kolam seperti yang saya buat, dan sekarang ikannya sudah besar-besar siap di panen,” tambah Kades Gerard.

Masih kata Kades Gerard, dirinya dan keluarga sudah merasanakan enaknya ikan dari kolam ikan yang ada di rumah maupun dari kolam di selokan bendungan Baing.

“Ikan Nila rasanya enak sekali kalau digoreng garing, ditambah sambal tomat apalagi, juga kalau dimasak kuah, semuanya enak,” kata Kepala Desa Laipandak Gerard Nggau Behar bersemangat.

Kata Kades Gerar lagi, semula kegiatan pelihara ikan di selokan bendungan Baing dirancang untuk memutus rantai perkembangan nyamuk pembawa malaria karena genangan di selokan, sekarang tidak ada lagi nyamuk di selokan bendungan Baing yang ada kolam ikan, yang tinggal ribuan ikan Nila besar dan anak-anak ikan Nila yang masih kecil yang tidak bisa dihitung lagi jumlahnya.

Ikan Nila Sudah Berkembang Pesat di Kolam Ikan Selokan Bendaunga Baing [Foto: Heinrich Dengi]

Untuk bibit ikan kata Kades Gerard diperoleh dari Yayasan Radio Max dan pemberian Dinas Perikanan Sumba Timur.

Dari pantauan MaxFM beberapa inovasi yang sudah ada di desa laipandak selama dua tahun erakhir ini adalah adalah Pompa Air Dari Sungai Dengan Kincir Air Tanpa Menggunakan BBM Fosil, Irigasi Tetes di kebun Dasa Wisma Desa dan beberapa kelompok tani lainnya, serta reaktor biogas yang memanfaatkan kotoran hewan menjadi gas metana sebagai sumber energi untuk memasak di dapur warga. [HD]

Warga Desa Menikmati Sore di Sekitar Kolam Ikan Bendungan Baing [Foto: Heinrich Dengi]
Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons