Scroll to Top
48 Hektar Lahan di Kapuaratu Sumba Timur yang Tidak Produktif Selama Puluhan Tahun Akan Dioptimalkan Kembali Tahun 2023.
Posted by maxfm on 15th September 2022
| 488 views
Kompilasi Foto Jaringan Irigasi Primer Bendungan Kambaniru, Sisi Barat Irigasi lokasi Kapuaratu [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM WAINGAPU – Sekitar 48 hektar lahan sawah di daerah irigasi Kambaniru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur tidak dioptimalkan selama 27 tahun.



Selama puluhan tahun, sejak Bendungan Kambaniru dibangun, terdapat 48 hektar areal persawahan milik warga tidak produktif.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Sumba Timur, Yohanis Njurumana terdapat tiga persoalan utama yang menjadi kendala dalam upaya mengoptimalkan daerah irigasi Kambaniru khususnya di Kapuaratu.

“Pertama itu karena terjadi rembesan pada dinding maupun dari dari saluran primer Bendungan Kambaniru atau Bendungan Lambanapu,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ada juga permasalahan lain yaitu terdapat sejumlah oknum warga yang membobol dinding saluran untuk bisa mengambil air. Usai membobol dinding saluran, oknum warga tersebut memasang jaringan perpipaan berkapasitas empat dim.




“Kemudian persolan yang berikut itu pengaruhnya memang tidak signifikan yang terjadi hujan pada saat itu,” ujarnya.

Kadis PUPR Sumba Timur menguraikan, persoalan-persoalan ditemukan saat pihaknya melakukan peninjauan di lapangan setelah menerima berbagai keluhan dari warga Kapuaratu.

Dikatakan Kadis PUPR Yohanis Njurumana, “Terkait situasi di Kapuaratu, kita tahu bersama bahwa ada 48 hektar yang tidak produktif, kira-kira selama 27 tahun. Sejauh ini kami sudah meninjau dan mengetahui persoalan utama di lokasi itu.”

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons