
MaxFM WAINGAPU – Saat ini cuaca di Kabupaten Sumba Timur khususnya dan seluruh Pulau Sumba sudah seharusnya berada pada musim kemarau dan kering.
Namun faktanya hingga awal bulan Juli 2022, Pulau Sumba belum memasuki musim kemarau dan masih dilanda hujan.
Hal ini disebabkan sejumlah faktor gangguan cuaca yaikni adanya MGO yang aktif dan lanina yang memperanguri masa uap air sehingga menyebabkan hujan masih terus terjadi di Pulau Sumba.
Cuaca untuk wilayah Kabupaten Sumba Timur, diprediksi berawan dan berpotensi terjadi hujan ringan.
Sumba Barat dan Sumba Barat Daya diperkiraan akan terjadi hujan ringan di siang hari untuk seluruh kecamatan.
Sedangkan untuk kabupaten sumba tengah untuk hari ini umumnya cerah berawan hingga berawan.
“Untuk prakiraan tiga harian juga masih kurang lebih sama berpotensi terjadi hujan ringan untuk satu minggu ke depan,” demikian Reza dari Stasiun Meteorologi Bandara Umbu Mehang Kunda, Sumba Timur, saat dihubungi Radio MaxFm Waingapu, Senin 4 Juli 2022.
Lebih lanjut dia menjelaskan, “Saat ini sudah seharusnya musim kemarau dan kering Cuma karena ada beberapa faktor gangguan cuaca yaitu ada MGO yang aktif dan La Nina juga jadi masa uap air di Pulau Sumba ada penambahan.”
Reza mengatakan,cuaca yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh penambahan uap air yang terjadi menyebabkan potensi hujan selama beberapa hari ke depan yang diprediksi akan terjadi di Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah dan Kabupaten Sumba Barat Daya.
“Untuk beberapa hari ke depan, Kabupaten Sumba Timur khususnya dan seluruh kabupaten Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya pada umumnya berpotensi terjadi hujan ringan,” katanya.
Untuk tinggi gelombang laut, lanjut Reza, hari ini ada peringatan dini menganai tinggi gelombang 1,5 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di selat sumba bagian timur. Selat Alor Pantar, Selat Ombai dan perairan utara Kupang.
Sementara untuk gelombang 2,5 hingga 4,0 meter berpeluang terjadi Selat Sape bagian Selatan, selat sumba bagian barat, laut sawu, peraiaran selatan kupang-rote, dan samudera hindia selatan kupang.
Untuk tinggi gelombang 4,0 hingga 5,0 meter berpeluang terjadi di samudera hindia selatan sumba. “Peringatan dini ini berlaku mulai tanggal 3 juli hingga 5 juli 2022,” tandasnya.







