Scroll to Top
Lurah Prailiu Gandeng Semua Stakeholder Tekan Angka Covid-19
Posted by maxfm on 8th Juni 2021
| 374 views
Lurah Prailiu, Petrus Kalaway [Foto: Istimewa]

MaxFM Waingapu – Pemerintah Kelurahan Prailiu mengambil langkah cepat dalam menekan angka penyebaran Covid-19 di wilayahnya dengan menggandeng Posko GKS dan pihak terkait. Langkah ini ternyata cukup efektif menurunkan angka positif Covid-19 di Kelurahan Prailiu.



Lurah Prailiu, Petrus Kalaway kepada MaxFm melalui sambungan telepon dengan Radio Max 96.9 FM Selasa (8/6/2021) menjelaskan angka penyebaran Covid-19 di kelurahan yang dipimpinnya sempat meledak hingga mencapai 56 kasus pada 1 Mei 2021 lalu, namun berkat kerja sama dengan semua stake holder yang ada di Kelurahan Prailiu saat ini tersisa tujuh kasus positif Covid-19.

“Kalau mau dilihat sesungguhnya tersisa satu kasus yang masih positif, karena yang lainnya sudah melakukan isolasi mandiri antara 16 hingga 17 hari dan kondisi mereka sehat,” jelasnya.



Dijelaskannya langkah kerja sama pemerintah Kelurahan Prailiu saat kasus positif Covid-19 di Kelurahan Prailiu meledak sangat cepat awal Mei 2021 lalu adalah pihaknya mengundang semua ketua RT/RW dan bersama Bupati Sumba Timur melakukan koordinasi agar semua bergandengan tangan melakukan langkah efektif menekan angka penularan Covid-19 di Kelurahan Prailiu.

“Kita sepakati bersama mengawasi dan membantu saudara-saudara kita yang positif selama masa isolasi mandiri,” jelasnya.

Menurunnya angka Covid-19 di Kelurahan Prailiu menurut Petrus tidak hanya karena langkah yang dilakukan pemerintah bersama semua stakeholder yang ada, namun juga adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan.




“Karena masyarakat melihat ada yang positif lalu kemudian meninggal, jadi masyarakat ikut tertib protokol kesehatan,” jelasnya.

Untuk memastikan masyarakat yang terpapar dan melakukan isolasi mandiri di rumah, Petrus menjelaskan selain melibatkan semua ketua RT/RW dalam mengawasi para warga, pihaknya juga bekerja sama dengan Posko GKS dan BPBD Kabupaten Sumba Timur sehingga kepada para pasien positif Covid-19 ini dibantu dengan paket Sembako untuk memenuhi kebutuhan pasien sehingga pasien tidak khawatir akan kebutuhan makanan selama masa isolasi mandiri.




“Ada yang hanya pekerja harian dan itu yang kita perhatikan dan bantu paket Sembako, sehingga mereka tidak khawatir lalu nekat keluar rumah,” ungkapnya.

Mengenai respon masyarakat terhadap pembatasan-pembatasan yang dilakukan pemerintah Kelurahan Prailiu selama Mei 2021 lalu, Petrua mengaku ada juga protes dari warga yang belum memahami bahaya Covid-19 secara utuh. Namun melalui berbagai kesempatan sosialisasi ini disampaikan dan akhirnya semua masyarakat sadar dan tertib melaksanakan protokol kesehatan.




“Di semua acara kita sampaikan sosialisasi, jadi akhirnya banyak masyarakat mulai sadar dan tertib prokes,” jelasnya.

Petrus tetap menghimbau kepada semua masyarakatnya agar tetap patuh dalam melaksanakan protokol kesehatan agar nantinya Kelurahan Prailiu bisa kembali masuk zona hijau dan aman bagi semua warga yang tinggal di Kelurahan Prailiu.




“Jangan sampai kita lengah, kita sekua harus tetap tertib prokes, karena banyak varian baru Covid-19 yang bisa mengancam kita kapan saja,” tandasnya.(TIM)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons