Scroll to Top
Pemboman Ikan Terus Terjadi di Pantai Utara Sumba Timur
Posted by maxfm on 16th Maret 2021
| 322 views
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Jelamu. (FOTO: ONI)

MaxFM, Waingapu – Kasus penangkapan ikan oleh sejumlah nelayan dari luar Pulau Sumba yang menggunakan bahan peledak masih marak terjadi di perairan utara Kabupaten Sumba Timur. Pemerintah daerah se-Sumba dan Forkopimda diharapkan berkoordinasi untuk bisa mengambil langkah-langkah tegas terhadap para nelayan untuk menjaga biota laut di pesisir Sumba.

Penangkapan ikan oleh nelayan yang diduga dari luar Sumba menggunakan bahan peledak di pantai Larawali Desa Napu, Kecamatan Haharu, Sumba Timur sempat ramai dibicarakan warganet di media sosial beberapa hari terakhir.



Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Marius Ardu Jelamu menyampaikan hal ini kepada MaxFm melalui sambungan telepon dengan Radio MaxFm, Senin (15/3/2021). Dijelaskannya koordinasi ini dibutuhkan karena luasnya perairan dan panjangnya garis pantai di NTT, termasuk Pulau Sumba tidak bisa diawasi atau dijaga oleh satu pihak.

“Perlu koordinasi pemerintah daerah dan Forkopimda terutama TNI Angkatan Laut, dan Pol Air untuk menjaga kelestarian biota laut di pesisir pantai Pulau Sumba,” jelasnya.

Menurutnya identifikasi terhadap nelayan-nelayan nakal ini juga penting dilakukan agar jika ditemukan para nelayan adalah nelayan Sumba atau nelayan NTT, bisa diberikan pemahaman dan dibantu dengan peralatan tangkap yang ramah lingkungan sehingga penggunaan bahan peledak dapat dihilangkan.



Mengenai komitmen pemerintah Provinsi NTT untuk memastikan perairan NTT bebas dari tindakan nelayan nakal yang menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan, mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT ini menegaskan, Pemerintah Provinsi NTT selalu siap untuk memberikan bantuan penanganan jika mendapatkan laporan dan identifikasi permasalahan yang jelas. Karenanya pemerintah daerah empat kabupaten di Pulau Sumba diharapkan bisa membangun koordinasi dengan baik dan jika harus ada bagian yang dilakukan provinsi, dilaporkan untuk dapat dilakukan penanganan secara bersama.

“Pemerintah provinsi belum menerima laporan resmi. Tetapi bapak gubernur dan wakil gubernur sangat serius untuk menangani masalah ini (pemboman ikan), karena jelas ini sangat merusak biota laut kita,” jelasnya.




Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat pada saat melakukan rapat kerja bersama bupati/wali kota se-NTT di Lambanapu, tahun 2019 lalu menegaskan bahwa nelayan luar Sumba yang menggunakan bahan peledak saat menangkap ikan di perairan Sumba harus diberikan pendekatan-pendekatan yang baik sampai dengan tindakan tegas. Gubernur VBL bahkan menegaskan agar Dinas Kelautan dan Perikanan dapat melakukan tindakan tegas kepada para nelayan nakal tersebut, bahkan dengan meledakkan kapal nelayan nakal tersebut.

“Kalau bisa diledakkan saja kapalnya, tetapi kamu (Dinas Perikanan dan Kelautan) harus yakin bahwa ada bom di kapal tersebut,” tegasnya.

Bahkan VBL juga sempat menawarkan dua unit kapal speed boat miliknya untuk digunakan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTT guna mengejar kapal-kapal nelayan yang tidak bertanggung jawab tersebut.



“Kapal saya ada dua dan boleh dipakai kalau dinas perikanan belum punya kapal operasional,” tandasnya.(TIM)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons