Scroll to Top
Pemboman Ikan Terjadi di Seluruh Perairan Sumba
Posted by maxfm on 24th Maret 2021
| 1035 views
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumba Timur, Markus K. Windi, S.Pi., M.Si. [Foto: Dokumentasi Pribadi]

MaxFM, Waingapu – Perilaku nelayan nakal yang menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan di perairan Sumba, tidak hanya terjadi di pesisir utara Sumba Timur, namun juga di pantai Selatan Sumba Timur dan juga di perairan Sumba bagian barat yang masuk wilayah Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.



Demikian disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumba Timur, Markus K. Windi kepada MaxFm melalui sambungan telepon dengan Radio MaxFm 96.9 FM, Senin (22/3/2021). Dijelaskannya informasi mengenai pemboman ikan di Seluruh pesisir pantai Sumba ini sudah cukup meresahkan bagi masyarakat dan juga nelayan Sumba.

Menurutnya persoalan ini sudah dilaporkan masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Timur yang langsung ke DKP, maupun dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang sedang berlangsung saat ini. Karena itu, berbagai langkah koordinasi telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini.




Walau demikian menurut Markus hasil koordinasi pihaknya dengan Pol Air, Pos Angkatan Laut, Cabang DKP Provinsi NTT dan juga Pos Pemantau SDA Perikanan KKP, permasalahan yang ada masih sama yakni keterbatasan peralatan dan biaya operasional yang minim, sehingga tindakan patroli laut secara langsung masih sangat terbatas pelaksanaannya.

“Teman-teman kita di Angkatan Laut maupun Pol Air juga sudah tahu sebelum terjadinya pemboman ikan di pantai utara kita dan sempat melakukan pengintaian, namun karena menggunakan perahu nelayan, pelaku pemboman ikan berhasil melarikan diri,” jelasnya.




Menanggapi keluhan masyarakat dalam Musrenbang Kecamatan Haharu beberapa waktu lalu, Markus menuturkan Wakil Bupati Sumba Timur, David Melo Wadu dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumba Timur, Jonathan Hani bersama instansi terkait menyambangi Pos Angkatan Laut yang ada di Kecamatan Haharu, dan mendapatkan informasi yang sama. Karenanya diputuskan untuk berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Timur, agar dapat memanfaatkan speed boat bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang ada di Kecamatan Haharu.

“Karena belum dimanfaatkan sehingga pemerintah daerah akan berkoordinasi agar bisa digunakan bersama,” jelasnya.

Walau demikian, keputusan pemanfaatan bersama kapal speed boat milik BNPB tersebut belum dilaksanakan karena pemerintah daerah masih dalam pelaksanaan Musrenbang tingkat kecamatan. Karenanya rapat koordianasi tersebut akan dilaksanakan setelah selesai Musrenbang tingkat kecamatan guna mengantisipasi kejadian pemboman ikan di perairan Sumba di kemudian hari.




Markus juga menambahkan kejadian pemboman ikan tidak hanya terjadi di Pantai Utara Sumba Timur, melainkan juga terjadi di Pantai Selatan Sumba Timur dan wilayah barat, yakni wilayah Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.

“Informasi yang saya dapat dari Kepala Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, ternyata kejadian pemboman ikan ini terjadi di wilayah barat juga,” ungkapnya.

Mengenai apakah akan dilakukan tindakan tegas kepada para pelaku pemboman ikan, Markus menuturkan Kepala Kantor Cabang DKP Provinsi NTT sudah melaporkan hal ini kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat melalui Kepala Dinas DKP Provinsi NTT. Karena itu diharapkan akan diambil langkah-langkah tegas dari pemerintah Provinsi NTT, sehingga kejadian pemboman ikan ini tidak terus terjadi di perairan Sumba.



“Kebetulan kopian surat laporannya juga ada di saya, sehingga saya tahu laporannya sudah diberikan,” tandasnya.(TIM)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons