Scroll to Top
Sejumlah Kejadian Khusus Terjadi pada Pemilukada Sumba Timur
Posted by maxfm on 10th Desember 2020
| 655 views
Anggota KPU Provinsi NTT, Lodowyk Fredrik [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumba Timur menerima sejumkah laporan kejadian khusus dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Sumba Timur, Rabu (9/12/2020). Kejadian-kejadian khusus ini langsung diselesaikan dengan baik.

Hal ini disampaikan Ketua Devisi Teknis, KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Lodowyk Fredrik melalui sambungan telepon dengan MaxFm, Kamis (10/12/2020) adalam acara Warga Bicara. Dijelaskannya kejadian-kejadian khusus yang diterima KPU diantaranya adalah adanya pemilih yang menggunakan surat undangan milik orang lain, hingga adanya pemilih yang memilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang salah.

Dijelaskannya, kejadian adanya pemilih yang menggunakan hak suara dengan menyalahgunakan surat undangan milik orang lain terjadi di TPS 18, Kelurahan Kambajawa. Dimana kejadian ini baru diketahui setelah yang bersangkutan mendapatkan surat suara dan memilih dan surat suaranya sudah dimasukkan ke dalam kotak suara.

“Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, Tentang Pemilihan Kepala Daerah itu pidana,” jelasnya.



Walau demikian, karena melihat pemilih yang menggunakan surat undangan orang lain untuk menggunakan hak pilihnya ini adalah termasuk kategori pemilih pemula, dan menggunakan surat undangan anggota keluarganya yang sedang sakit, sehingga yang bersangkutan tidak lagi diproses lebih lanjut.

Lodowyk menambahkan, terhadap kejadian ini sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2017 pasal 59 mengatur bahwa jika terjadi kejadian adanya penyalahgunaan undangan oleh orang yang bukan namanya, harus dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Namun dalam ayat 2 poin e, pasal yang sama menjelaskan PSU hanya bisa dilaksanakan jika ada lebih dari satu orang yang memberikan suaranya menggunakan surat undangan milik orang lain.



“Karena hanya satu orang, sehingga tidak memenuhi syarat untuk dilakukan PSU,” urainya.

Kejadian Khusus lain yang terjadi dalam Pemilukada Kabupaten Sumba Timur, Rabu (9/12/2020) dan menjadi temuan penyelenggara adalah adanya tiga pemilih yang menggunakan hak suara nya di TPS 2, dan sudah terlanjur dilayani, baru diketahui karena para pemilih yang sebenarnya datang untuk memberikan suara mereka.

“Setelah berkonsultasi dengan teman-teman pengawas, tiga pemilih ini kemudian dicatat sebagai pemilih tambahan. Karena mereka terdaftar sebagai DPT di TPS 3,” ungkapnya.




Terkait proses rekapitulasi, Lodowyk menjelaskan untuk pemilu kali ini, KPU sudah menyediakan program perhitungan otomatis yakni Sistem Informasi Rekapitulasi (SIRekap), dan masyarakat bisa langsung memantau perkembangan rekapitulasi di website resmi KPU yakni pilkada2020.kpu.go.id. Namun hasil ini bukanlah hasil yang sebenarnya, karena hasil yang sebenarnya tetap menunggu proses rekapitulasi secara berjenjang di tingkat PPK hingga KPU.

“Informasi di SIRekap ini sebagai bukti transparansi KPU kepada masyarakat soal proses Pemilukada serentak tahun ini,” ungkapnya.



Terkait adanya sejumlah wilayah Kecamatan di Sumba Timur yang belum terjangkau signal internet, Lodowyk mengaku dalam program SIRekap juga tersedia ruang untuk di upload foto C-1 plano hasil pada pilihan ofline, lalu bergerak ke lokasi yang ada signal internet guna memindahkannya ke pilihan online.

“Kalau kecamatan terdekat juga tidak ada signal internet, bisa langsung dilakukan di tingkat kabupaten,” tandasnya.(TIM)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons