Scroll to Top
Kehidupan di Sekitar Hutan Bakau Padadita
Posted by maxfm on 16th Januari 2018
| 2550 views
Anakan Bakau Yang ditanam di Awal 2017 di Sekitar Pantai Padadita [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Sudah beberapa kali saya terlibat diskusi dengan sesama warga selepas matahari masuk di belakang gunung meja, sambil duduk di sekitar tumpukan pasir laut yang baru diangkut dari pantai padadita terdengar jelas kata seoang kawan,“percuma saja bakau ditanam di situ, pasti tidak jadi, kami sudah bertahun-tahun tanam tetapi tetap saja tidak jadi.”

Pernyataan senada juga saya dengar belum lama ini, Rabu (03/01/2018) selepas kami, menanam sekira 60 anakan bakau di pantai Padadita, ujung muara kali Payeti. Seorang bapak yang sedang memikul tumpukan pukat, karena segera akan turun ke laut bilang, “Saya sudah tanam banyak anakan bakau bertahaun-tahun tetapi sedikit saja yang jadi.”



Mungkin benar juga apa yang dismpaikan para “pencinta lingkungan” (yang memberikan kometar diatas) bahwa kalau menanam anakan bakau di pantai Padadita persis di belakang hotel sulit jadi atau seringkali anakan bakaunya mati.

Anakan Bakau Yang ditanam di Awal 2017 di Sekitar Pantai Padadita [Foto: Heinrich Dengi]

Saya dan kawan-kawan yang menanam bakau di lokasi itu juga mengalami hal yang sama, ketika menanam persis dibelakang hotel agak sedikit ke barat, anakan bakau yang ditaman awal tahun 2017 dan Maret 2017 banyak yang bisa tumbuh tetapi dengan berjalannya waktu sampai ke bulan Mei anakan bakau mulai tumbang, dan tercabut akarnya di situ. Setelah dicek ulang hal ini sangat mungkin terjadi karena bagian dasar tempat menanam anakan bakau adalah batu keras yang lebar sehingga akar anakan bakau tidak mendapat tempat menancapkan akarnya (saat ditanam anakan bakau hanya ditanam didalam lumpur bukan di bagian batu yang digali) dan tanah yang terlihat di Januari hingga Mei di situ adalah tanah tumpangan, buangan dari muara sungai Payeti. Tanah ini biasanya terkumpul cukup banyak atau menebal selama musim penghujan dan memasuki musim kering dan dengan tiupan angin dari timur maka tanah tumpangan ini terkikis habis shingga pastilahlah akar tanaman akan tercabut dan anakan bakau tumbang, dan sering kali anakan bakaunya terbuang sampai ke darat dekat tebing batu atau kadang terbawa ke dalam laut.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons