Scroll to Top
KEPO PARAH
Posted by maxfm on 25th November 2017
| 2679 views
Ilustrasi oleh Yongky H. Suaryono

MaxFm, Waingapu – Pagi-pagi jam 6.40 wita datang tamu ngoceh tiada henti dengan segala macam pertanyaan. Dijawab bikin hawas, gak dijawab kok saya kelihatan gak sopan. Oke saya jawab saja sekenanya.
” Kau su buka pagi-pagi? Bangun jam berapa? Siapa yang masak? Ada yang bantu? Ada yang beli?”, ini pertanyaan sebelum dia sempat duduk, dan saya jawab semuanya. Selanjutnya…
“Ini ayam kau jual berapa? Ada untung tidak? Ayam potong atau ayam kampung? Ini alat buat apa? Beli di mana? Berapa? Baru ini alat satu buat apa? Pesan di Jawa juga? Berapa? Apanya yang dipres? Kenapa dipres? Mana coba lihat?”, saya jawab semua pertanyaan kecuali permintaan mempraktekkan kerja alat cup sealer, karena saya masih melayani orang belanja. Selanjutnya….
“Kau taruh berapa banyak nasi? Kau bisa bungkus? Kenapa tidak pakai daun? Kenapa pakai reksel? Kau tidak punya karet? Berapa sebungkus? Makan sini 10.000 juga? Rugi tidak itu? Bemana kalau hanya makan terus numpang wifi? Minum kopi kasih kode wifi juga? Ancor su kalau 5.000 berjam-jam? Hemmm, rasanya belum 5 menit ini orang sudah berondong dengan begini banyak pertanyaan. Tapi tetap saya jawab, meski sebagian belum sempat saya jawab sudah disusul oleh pertanyaan berikutnya.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons