
MaxFM WAINGAPU, SUMBA — Fasilitas pendidikan berupa bangunan SD Islam dan dua rumah warga di Desa Perokonda, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kerusakan kategori sedang akibat guncangan gempa bumi pada Minggu pagi.
Selain mengakibatkan kerusakan bangunan, peristiwa bencana alam ini juga menyebabkan satu orang warga dilaporkan mengalami luka ringan.
Berdasarkan data koordinasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama BPBD setempat, kerusakan fasilitas umum dan pemukiman warga tersebut terjadi di wilayah yang merasakan guncangan kuat hingga skala intensitas VI MMI.
Skala guncangan ini menyebabkan sebagian besar penduduk terkejut dan berhamburan keluar rumah.
Kerusakan tersebut dipicu oleh gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,1 yang dimutakhirkan menjadi M5,9 pada Minggu, 4 Oktober 2026 pukul 05.55 WIB atau 06.55 WITA
BMKG mencatat pusat gempa berada di laut pada kedalaman 30 km di sebelah barat daya Sumba Barat Daya, yang tergolong gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif berasosiasi dengan Sesar Waikabubak.
Hingga pukul 08.05 WIB, BMKG telah mencatat sebanyak 62 aktivitas gempa bumi susulan (aftershocks) dengan kekuatan berkisar antara M1,5 hingga M4,3.
Menanggapi adanya bangunan fasilitas dan pemukiman yang terdampak, BMKG mengimbau warga untuk tidak menempati rumah atau bangunan yang mengalami retak dan kerusakan.
Bagi warga yang tempat tinggalnya rusak, diimbau untuk sementara waktu mengungsi dan bertempat tinggal di lokasi evakuasi yang disiapkan oleh BPBD setempat guna mengantisipasi risiko gempa susulan.
Sementara itu laporan dari Mama Al di Bondo Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya melalui foto dan video yang sampai di redaksi media ini menujukkan pagar tembok warga roboh, bagian dinding rumah tembok warga retak, serta dinding tembok dari kamar mandi warga ada yang ambruk. [HD]








