Scroll to Top
Kami Punya Air, Kami Punya Lahan
Posted by maxfm on 8th Oktober 2017
| 1413 views
Panen kol Organik di Kebun Organik Wai Kudu [Foto: YHS]

MaxFM, Waingapu – Memasuki bulan Mei, hingga sekarang tepat di bulan Oktober 2017. Pertanda kita sedang dilanda oleh perubahan iklim atau yang sering kita sebut musim kemarau telah tiba, sehingga tak heran lagi, akhir-akhir ini terdengar keluhan dari berbagai tempat khususnya oleh masyarakat di Sumba Timur “panas, sungguh panas”, ini ditandai adanya tetesan keringat yang berjatuhan dari tubuh manusia seakan hujan membasahi bumi, ditambah lagi macetnya air PDAM yang makin menggerahkan masyarakat Sumba Timur dan seolah-olah ini mendorong mereka harus membeli air dari mata air mereka sendiri.

Dengan melihat kondisi ini, mungkinkah kita dapat bercocok tanam? Ya, mungkin saja bisa jika lahan kita 20×30 meter. Tetapi kalau luas lahannya 100 meter x 100 meter bahkan berhektar-hektar, apakah kita masih ingin bercocok tanam dengan mempertimbangkan sumber air yang kita peroleh, mekanisme yang kita gunakan dalam pemberian air cukup bagi tanaman hasil yang kita capai dari menanam?



Ilustrasinya, jika kita memiliki luas lahan 25 are untuk bercocok tanam sayur dan dalam memperoleh airnya kita gunakan sumur dengan bantuan dinamo maka tentu saja dinamo membutuhkan sumber energi listrik yang tidak sedikit biaya perbulannya untuk memompa air menyiram sayur, ataupun sumber energi listriknya menggunakan generator berbahan bakar bensin atau solar yang minimal Rp. 15.000 liter/hari bahkan lebih yang harus dikeluarkan dari kantong kita. Belum lagi pupuk dan pestisida jika menggunakan bahan kimia tentu harus dibeli dengan harga yang tidak sedikit untuk hitungan luas lahan 25 are, sehingga dalam jangka satu bulan bisa kita rasakan sendiri betapa besarnya pengeluaran kita demi menggapai hasil yang sesuai impian kita. Bersyukur jika capaian yang dinginkan dapat terwujud, jika tidak apa yang kita peroleh? Bukankah semuanya menjadi sia-sia? Untuk itu, saya ingin berbagi, bagaimana caranya di musim kering kita masih bisa menanam dengan tanpa mengeluarkan biaya operasional yang tinggi namun lahan kita tetap terlihat hijau.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons