Scroll to Top
Pompa Barsha dan Ketahanan Pangan
Posted by maxfm on 18th Agustus 2017
| 5134 views
Stepanus Makambombu, Direktur Stimulant Institute Sumba [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Sejak dua bulan terakhir viral di dunia maya (media sosial) Sumba Timur sebuah aplikasi teknologi ramah lingkungan tanpa bahan bakar minyak (BBM). Sebuah teknologi “pengangkut air “ yang mampu mengalirkan air sungai sejauh + 2 km. Memanfaatkan kekuatan aliran air sungai sebagai sumber energi itu sendiri yang memutar turbin sehingga mampu mendorong dan mengalirkan air sampai pada elevasi 15 – 20 meter. Teknologi ini bernama Pompa Barsha yang dikembangkan oleh aQysta di Belanda. Pertama kali teknologi ini diaplikasi di Sumba Timur pada tahun 2015 sebanyak 2 unit melalui kelompok tani dampingan Yayasan Komunitas Radio Max Waingapu. Namun dalam dua bulan terakhir aplikasi teknologi ini meluas di beberapa lokasi dan terhitung sudah lima (5) unit Pompa Barsha generasi kedua yang di tempatkan di beberapa daerah aliran sungai (DAS) di Sumba Timur.

Penulis sendiri mengikuti aplikasi teknologi ini di dua DAS yang berbeda topografi, yaitu DAS Payeti (Kalu) dan DAS Waikudu (Kiritana). Setelah mengikuti aplikasi teknologi ini, penulis termotivasi menulis artikel singkat tentang prospek, peluang dan pembelajaran yang relevan dengan konteks lokal.

Pertama, teknologi ini menawarkan solusi bagaimana mengelola aliran air sungai yang mengalir sepanjang tahun tanpa henti, kemudian dikonversi dalam bentuk irigasi skala kecil untuk mendukung penghidupan petani di sepanjang DAS. Muncul pertanyaan, apakah selama ini petani tidak memanfaatkan DAS? Tentu tidak, ada banyak petani yang memanfaatkan DAS disekitar pemukiman mereka, namun cara pengelolaan air ketika memanfaatkan DAS masih konvensional. Pada satu sisi, cara ini membutuhkan tenaga yang besar (tenaga manusia), pada sisi lain tenaga yang tersedia terbatas. Para petanipun akhirnya membatasi jumlah, jenis tanaman dan luas lahan yang bisa dikerjakan, sehingga pemanfaatan lahan DAS dan air sungai yang melimpah tidak optimal pemanfaatannya.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons