LATEST NEWS
UNKRISWINA Sumba Tegaskan Nol Toleransi Kekerasan Seksual, Dukung Proses Hukum Dugaan Cabul Oknum Dosen
Kapolres Sumba Timur Jenguk Korban Lakalantas di Payeti, Berikan Santunan dan Dukungan Moril
Tragedi Kecelakaan Maut di Laindeha, Bocah 4 Tahun Tewas Akibat Ditabrak Pengendara Mabuk Miras dan Tak Ber SIM
Korban Kecelakaan Mobil Dinas Kapolsek Waingapu Bantah Salip, Kaki Kiri Patah
Kapolsek Kota Waingapu Alami Kecelakaan, 6 Orang Luka-luka, Polisi Tanggung Seluruh Biaya
Pemerintah Sumba Timur Sahkan dan Lindungi Hak Penuh Penganut Marapu
Lomba Luluk untuk Siswa SMP, Langkah Strategis Pemerintah Regenerasi Wunang di Sumba Timur
Mengenal Tatu Ana Lodu, Pengrajin Sumba yang Lestarikan Warisan Lontar dan Pandan Lewat Kerajinan Tangan
Tenun Ikat Kaliuda Mendunia, Ibu Rumah Tangga Andalkan sebagai Penopang Ekonomi Keluarga
Wakil Bupati Sumba Timur Buka Pekan Budaya 2026: “Sumba Tanpa Budaya Ibarat Rumah Kosong Tanpa Jiwa”
Serangan Belalang Kembara di Sumba Timur
![Belalang Kembara di Padang Yubuwai [Foto: Rahmat Adinata]](http://maxfmwaingapu.com/wp-content/uploads/2016/06/DSC00006-600x450.jpg)
MaxFM, Waingapu – “Populasinya, baik yang ada di Afrika maupun di Indonesia, berulang beberapa tahun sekali ada populasi yang meledak, biasanya didahului dengan masa kering panjang, masa kering yang panjan itu mengakibatkan ada penumpukan telur-telur belalang itu, telur itu diletakkan biasanya di tanah dan dia bisa bertahan beberapa tahun,” kata Kepala Laboratorium Entomologi LIPI Prof. Rosichon Ubaidillah.








