LATEST NEWS
Tinggalkan Uang Fisik, Saatnya Indonesia Sambut Era Uang 100% Digital
SP2LID Dikeluarkan, Kapolres Sumba Timur Buka Peluang Telaah Ulang jika Ada Novum
Polres Sumba Timur Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Pezinahan Yang Dilaporkan Anggotanya, Pengacara Tuntut Transparansi
Jemur Bonsai 17 Oktober: Bawa Tanaman Hiasmu ke Taman Sandalwood!
IPMASTIM Kupang Serahkan Kajian Tambang Emas Ilegal Wanggameti Sumba Timur kepada DPRD Provinsi NTT
Lincah Jemari Yurnianti Herlin, Menyulap Benang Rajut Jadi Aksesoris Unik Bernilai Jual
Lengkap, Sambutan Ketum Sinode GKS di Pembukaan Sidang I MS : Ia Harus Makin Besar, Tetapi Aku Harus Makin Kecil
GKS Memulai Persidangan I MS, di Luar Gedung, UMK Sumbaart Menghidupkan Narasi dan Budaya Sumba Lewat Ukiran Aksesoris Unik
BMKG Catat 443 Gempa Susulan di Kodi SBD, Tren Penurunan Terjadi dan Masyarakat Diimbau Jalankan Mitigasi
Kodim 1601 Sumba Timur Perkuat Pembangunan Infrastruktur Desa dan Imbau Kewaspadaan Bencana Warga
Serangan Belalang Kembara di Sumba Timur
![Belalang Kembara di Padang Yubuwai [Foto: Rahmat Adinata]](http://maxfmwaingapu.com/wp-content/uploads/2016/06/DSC00006-600x450.jpg)
MaxFM, Waingapu – “Populasinya, baik yang ada di Afrika maupun di Indonesia, berulang beberapa tahun sekali ada populasi yang meledak, biasanya didahului dengan masa kering panjang, masa kering yang panjan itu mengakibatkan ada penumpukan telur-telur belalang itu, telur itu diletakkan biasanya di tanah dan dia bisa bertahan beberapa tahun,” kata Kepala Laboratorium Entomologi LIPI Prof. Rosichon Ubaidillah.








