LATEST NEWS
Bantuan 5 Unit Starlink, Dorong Ekonomi Digital dan Akses Jaringan Warga Kambera
Soroti Penanganan Kasus Dugaan Perzinaan di Sumba Timur, Sandiang Desak Transparansi dan Keadilan
OJK Perkuat Pengawasan Sektor Jasa Keuangan dan Dorong Akses Kredit Resmi bagi UMKM
THREE ISLANDS OF SUMBA : Menyingkap Surga Tersembunyi Salura, Kotak, dan Mangkudu Bersama Pesona Alam Timur
OJK NTT Imbau Masyarakat Cermat Kelola Keuangan: Terapkan Prinsip 2L, Waspadai Pinjol Ilegal
Kuasa Hukum Pelapor Desak Kapolda NTT Gelar Perkara Khusus Kasus Dugaan Perzinahan di Waingapu
Julie Laiskodat Dorong Pemberdayaan Ekonomi Lokal dan Literasi Keuangan di Sumba Timur
Gempa Tektonik M4.9 Guncang Flores, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Sabet Rekor Dunia, Golkar Bentangkan Bendera Partai 1.062 Meter di Sumba Timur
Wabup Sumba Timur Hadiri Pelantikan KADIN, Dorong Sinergi Dunia Usaha dan Kebangkitan Ekonomi Daerah
Serangan Belalang Kembara di Sumba Timur
![Belalang Kembara di Padang Yubuwai [Foto: Rahmat Adinata]](http://maxfmwaingapu.com/wp-content/uploads/2016/06/DSC00006-600x450.jpg)
MaxFM, Waingapu – “Populasinya, baik yang ada di Afrika maupun di Indonesia, berulang beberapa tahun sekali ada populasi yang meledak, biasanya didahului dengan masa kering panjang, masa kering yang panjan itu mengakibatkan ada penumpukan telur-telur belalang itu, telur itu diletakkan biasanya di tanah dan dia bisa bertahan beberapa tahun,” kata Kepala Laboratorium Entomologi LIPI Prof. Rosichon Ubaidillah.







