LATEST NEWS
Puluhan Saksi Diperiksa Dalam Kasus Dugaan Korupsi PT ASTIL
Senin Depan Kejari Akan Terima Lagi Satu Tersangka Tambang Emas Ilegal, Gakkum Kehutanan Aminkan!
Kejari Sumba Timur Tahan Tersangka Penambangan Emas Ilegal di TN Matalawa
Intake dan Transmisi 4 Kilometer: Tantangan Terberat Proyek Tambak Udang Waingapu
IPAL Dua Tahap dan Water Monitoring System: Komitmen Lingkungan Proyek Tambak Udang Raksasa
Merawat Kehidupan: Merawat Hati
822 Peserta Mengikuti Sidang Sinode GKS ke-44 di Nggongi
Mantan Perangkat Desa Matawai Maringu Desak Eksekusi Putusan PTUN yang Telah Berkekuatan Hukum Tetap
Teologi Ekologi dan Kearifan Lokal Sumba: Merawat Bumi sebagai Rumah Bersama
Kinerja Moncer BPJS Kesehatan 2025: Jangkau 282 Juta Peserta, Dongkrak Ekonomi Rp129 Triliun
Serangan Belalang Kembara di Sumba Timur
![Belalang Kembara di Padang Yubuwai [Foto: Rahmat Adinata]](http://maxfmwaingapu.com/wp-content/uploads/2016/06/DSC00006-600x450.jpg)
MaxFM, Waingapu – “Populasinya, baik yang ada di Afrika maupun di Indonesia, berulang beberapa tahun sekali ada populasi yang meledak, biasanya didahului dengan masa kering panjang, masa kering yang panjan itu mengakibatkan ada penumpukan telur-telur belalang itu, telur itu diletakkan biasanya di tanah dan dia bisa bertahan beberapa tahun,” kata Kepala Laboratorium Entomologi LIPI Prof. Rosichon Ubaidillah.






