Scroll to Top
Minat Baca Menurun dan Faktor Penyebab
Posted by maxfm on 4th Desember 2013
| 4204 views
Frans Wora Hebi
Frans Wora Hebi

MaxFM, Waingapu – Seandainya orang merasa yakin bahwa kepandaian itu hampir seluruhnya diperoleh  dari hasil membaca, jelas orang akan  keranjingan membaca. Ungkapan klasiknya orang menjadi kutu buku. Secara ekstrim diceritakan oleh Agus Setiawan dalam buku  The Art of Reading, seorang sarjana yang baru saja lulus mengepak buku-buku kuliahnya yang telah menumpuk selama 8 semester dan bersumpah tidak akan membaca buku lagi.

Sikap sarjana tadi sangat memilukan. Timbulnya istilah pseudo intelek.  sarjana gadungan,  salah satu penyebabnya adalah sikap seperti ini. Selesai kuliah berarti tamat pula masa belajar.  Sebuah ilusi yang menyesatkan dan akibatnya akan dirasakan sendiri. Slogan belajar seumur hidup bukannya sebuah pajangan mulut belaka namun diakui kebenarannya.

Kalau kita mengamati masyarakat sekitar, berapa orangkah yang suka membaca? Kecuali siswa/i, itu pun karena esok hari ada ujian (US/UN). Sesudah itu mereka tidak raba buku lagi, bahkan menjadi momok. Mereka lebih menyenangi hal-hal yang tidak produktif seperti nongkrong di deker, ngobrol tak berarti, nonton TV tak kenal waktu, lebih para lagi kalau bikin huru-hara.

Jepang dan Finlandia merupakan dua negara contoh di mana minat baca  warganya tinggi. Di setiap sudut kota ada kegiatan membaca. Di mana-mana ada perpustakaan bahkan di dalam bis. Sambil menunggu bis, kereta api, pesawat, merekka memanfaatkan waktu luang untuk membaca.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons