
MaxFM WAINGAPU, SUMBA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat capaian positif realisasi investasi di NTT yang telah menembus angka Rp2,63 triliun hingga kuartal kedua.
Dalam sambutannya pada rangkaian pelantikan Pengurus Kadin Kabupaten Sumba Timur, Ketua Umum Kadin NTT, Bobby Liyanto, menyampaikan optimisme tinggi terhadap kebangkitan ekonomi daerah, khususnya di Pulau Sumba dan kawasan perbatasan.
“Realisasi investasi sebesar Rp2,63 triliun di Nusa Tenggara Timur tersebut terdiri dari kuartal pertama sebesar Rp1,33 triliun dan kuartal kedua sebesar Rp1,29 triliun, yang mencakup Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA),” ujarnya.
Ketua Umum Kadin NTT, Bobby Liyanto menambahkan, Kabupaten Manggarai Barat mencatatkan realisasi investasi tertinggi melampaui Rp1 triliun, disusul Kota Kupang, Kabupaten Sumba Timur sebesar Rp276 miliar, Kabupaten Sumba Barat sebesar Rp175 miliar, dan Kabupaten Rote Ndao sebesar Rp32 miliar.
Total investasi yang masuk ke Pulau Sumba pada kuartal kedua saja mencapai lebih dari Rp500 miliar.
Masih penjelsan Ketua Umum Kadin NTT, Bobby Liyanto untuk sektor pariwisata, khususnya perhotelan dan restoran, menjadi kontributor utama dengan nilai investasi melampaui Rp1 triliun.
Sementara itu, data lain yang disampaikannya terkait lima negara asal PMA terbesar di NTT didominasi oleh Qatar (Rp359 miliar), Singapura (Rp158 miliar), Italia (Rp81 miliar), Selandia Baru (Rp80 miliar), serta Swiss.
Ketua Umum Kadin NTT, Bobby Liyanto juga menyatakan Kadin NTT sedang fokus mengawal pembentukan Free Trade Zone (FTZ) atau Kawasan Perdagangan Bebas di wilayah perbatasan. Kadin NTT telah membentuk Satgas Percepatan FTZ di tiga kabupaten perbatasan untuk mendampingi pemerintah daerah dan provinsi. Ditargetkan, studi pra-kelayakan (pre-feasibility study) untuk kawasan FTZ ini selesai pada akhir tahun ini.
Bobby menekankan posisi strategis NTT sebagai pintu gerbang selatan Indonesia yang berbatasan darat dengan Timor Leste serta berbatasan laut dengan Australia. Peluang ini menarik minat investor internasional, termasuk Australia yang mengucurkan hibah riset bersama perguruan tinggi untuk menjajaki pusat manufaktur di NTT guna menembus pasar ASEAN.
Pertumbuhan ekonomi daerah juga didorong oleh perbaikan transportasi laut. Kehadiran kapal PT Dharma Lautan Utama (DLU) ke Waingapu atas inisiasi dan komunikasi Kadin NTT dinilai berhasil menekan biaya logistik serta memperlancar arus barang hingga ke Surabaya.
Bobby mengimbau para pengusaha lokal dan pengurus Kadin daerah, khususnya di bawah kepemimpinan Ketua Kadin Sumba Timur terpilih, Elvis Karwelo, untuk aktif menangkap peluang ini. Pelaku usaha diharapkan tidak hanya mengandalkan APBN, melainkan membangun sinergi antarwilayah serta mengolah komoditas lokal agar memiliki nilai tambah (value added) sebelum dikirim keluar daerah. [HD]








