Scroll to Top
Yeni Mira : Kami Hanya Cari Seribu Dua Ribu Dari dari Jual BBM Eceran, Ini Juga Untuk Bayar Pajak
Posted by maxfm on 19th Oktober 2026
Yeni Mira : Kami Hanya Cari Seribu Dua Ribu Dari dari Jual BBM Eceran, Ini Juga Untuk Bayar Pajak [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM WAINGAPU, SUMBA — Kelangkaan dan pembatasan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sumba Timur dalam beberapa minggu terakhir.



Warga terpaksa menghabiskan waktu hingga 2,5 jam bahkan lebih untuk mendorong kendaraan mereka demi mendapatkan bensin.

Yeni Mira salah satu warga dari Kecamatan Kambera sekalgus sebagai penjual bensin eceran, menyampaikan keluh kesahnya saat mengantre di SPBU. Menurutnya, warga harus bersabar mengantre dan mendorong kendaraan sedikit demi sedikit.

“Kami antre mungkin 2 jam setengah baru sampai di sini. Kami dorong sedikit demi sedikit motor kami baru sampi ke dekat sumber bbm, paling banyak sekali isi bbm hanya diberikan 10 liter saja,” ujar Yeni Mira.




Dirinya meminta pemerintah warga tidak menuduh penjual BBM eceran yang menyebabkan antrian panjang di sekitar lokasi SPBU.

Panjangnya antrean ini dipicu oleh pembatasan kuota distribusi BBM ke SPBU di Sumba Timur. Jika sebelumnya SPBU menerima pasokan hingga 16.000 liter, saat ini jatah BBM diberikan secara selang-seling sebesar 8.000 liter per SPBU, seperti di SPBU Matawai dan SPBU Km 2.

Penurunan kuota distribusi di tengah tingginya kebutuhan masyarakat membuat antrean panjang tak terhindarkan.

Di tengah kesulitan tersebut, Yeni Mira meminta para pejabat pemangku jabatan di Kabupaten Sumba Timur untuk turun tangan melihat kondisi rakyat kecil yang berjuang mencari rezeki dan taat membayar pajak.

Ia menegaskan bahwa masyarakat datang ke SPBU sebagai penjula bensin eceran bukan untuk mencuri, melainkan untuk membeli BBM demi menyambung hidup.




“Dari uang hasil penjualan bensin eceran ini saya bisa membayar pajak yang dibebankan pemerintah, kalau kami dilarang jual bensin eceran, kami mau dapat uang dari mana lagi untuk menghidupi keluarga dan membayar pajak, sedangkaan lowongn keerja di sini minim sekali” tegas Yeni Mira.

Ia juga berharap para pejabat fokus menyelesaikan permasalahan besar yang ada di republik ini, misalkan korupsi uang negara yang sangat massive oleh pejabat di pusat ketimbang menyudutkan rakyat kecil yang berjualan BBM eceran dengan keuntungan seribu dua ribu saja. [HD]

Show Buttons
Hide Buttons
;