
MaxFM Waingapu, SUMBA – Mega proyek tambak udang terintegrasi di Waingapu, Sumba Timur, mengandalkan infrastruktur pengambilan air laut (intake) berskala raksasa untuk memenuhi kebutuhan air budidaya.
Project Construction Manager PT Adhi Karya, Abdul Kadir, di ruang kerjanya kepada awak media menjelaskan, sistem pipa bawah laut sepanjang 500 meter dengan kedalaman 15 meter ini dirancang untuk menarik air laut berkualitas menuju kolam penampungan di daratan, sebagai sumber utama bagi ribuan hektare tambak udang yang akan beroperasi.
“Infrastruktur intake yang dibangun di pesisir Waingapu menggunakan dua baris pipa raksasa berdiameter 2 meter yang menjorok ke tengah laut sejauh 500 meter pada kedalaman 15 meter,” jelas Abdul Kadir.
Abdul Kadir menambahkan, besarnya skala konstruksi ini memerlukan tahap perancangan dan pembahasan teknis yang sangat intens di Jakarta sebelum bisa dieksekusi.
“Saat ini, bagian pengambilan air laut ini masih dalam tahap finalisasi desain karena kerumitan konstruksinya, pekerjaan intake dan transmisi ini dianggap sebagai bagian paling berat dan besar dari keseluruhan proyek tambak tersebut,” tambahnya.
Abdul Kadir dari PT Adhi Karya bilang, setelah air diambil dari laut, tantangan berlanjut pada pembangunan jalur pipa transmisi sepanjang 4 kilometer menuju bak penampungan (quarantine pond) di daratan.
“Jalur transmisi ini menggunakan enam baris pipa berdiameter 1,2 meter untuk mengalirkan air laut ke kolam penampungan,” ujarnya.
Sistem pompa yang digunakan untuk menarik air dari laut dan mengalirkannya sejauh hampir 4 kilometer membutuhkan pasokan listrik yang sangat besar. Ini merupakan salah satu komponen biaya terbesar dalam proyek tersebut.
Untuk mengerjakan tambak udang raksasa dengan nilai Rp7,2 triliun, PT Adhi Karya Sudah menurukan 300 alat berat yang sedang bekerja di lokasi tambak, terdiri dari excavator dan drumtruk berbagai ukuran.
Diberitakan sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa proyek ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki kelemahan mendasar sektor budidaya udang nasional sekaligus menjaga stabilitas pasokan udang untuk pasar global dan pihaknya menargetkan uji coba dua klaster pertama pada tahun 2027. [HD]








