
MaxFM Waingapu, SUMBA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan akan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2025.
“Puncak musim hujan sesuai dengan prediksi kami yaitu di umumnya terjadi di bulan Januari dan Februari nanti,” demikian Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Muda Kantor Stasiun Klimatologi Kupang Ryan Sudrajat saat wawancara live diacara Warga Bicara Radio MaxFM Waingapu, Senin, 20 Oktober 2024.
Sementara untuk prediksi awal musim hujan wilayah NTT, katanya, akan terjadi di akhir bulan November 2024 mendatang. Dijelaskannya, saat ini wilayah NTT belum memasuki musim hujan.
“Kami informasikan sebelumnya untuk prediksi awal musim hujan di wilayah NTT itu umumnya jatuh pada akhir November. Sedangkan wilayah yang diprediksi akan memasuki awal musim hujan di akhir bulan oktober 2024 adalah wilayah Manggarai,” jelas PMG Muda Kantor Stasiun Klimatologi Kupang Ryan Sudrajat.
Lebih lanjut dia menjelaskan, informasi iklim dasarian dua yaitu tanggal 20 Oktober 2024, umumnya hari tanpa hujandi NTT dengan kategori panjang yaitu 21 sampai 30 hari. Namun terdapat sejumlah wilayah di NTT yang masih mengalami hari tanpa hujan dengan lebih dari 60 hari.

“Seperti di Kabupaten Sumba Barat Daya, di Tambolaka terus Sumba Barat. Kabupaten Belu di Atambua dan Haekesa. Untuk curah hujan sendiri, pada dasarian dua itu umumnya masih kategori rendah,” katanya.
Lebih lanjut dia menegaskan, “Namun ada yang sudah mengalami turun hujan tinggi seperti Ngada dan Manggarai Barat sudah mengalamicurah hujan tinggi itu 151 sampai 300 mm perdasarian.”
PMG Muda Kantor Stasiun Klimatologi Kupang Ryan Sudrajat menambahkan, untuk wilayah NTT saat ini memang masih mengalami musim kemarau, cuca yang cukup cukup panas itu di siang hari suhunya 35 sampai 36 derajat Celcius di Lasiana Kupang.
“Kami dapat info di wilayah Sumba Timur juga suhunya masih panas terlihat 34 sampai 35,” tandasnya. [Team]








