Scroll to Top
Bantah Backing Tambang Ilegal, Wabup Sumba Timur: Saya Tolak Tawaran Emas
Posted by maxfm on 20th Februari 2026
Wakil Bupati Sumba Timur Yonathan Hani [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM Waingapu, SUMBA – Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menjadi backing atau pelindung aktivitas tambang emas ilegal yang marak terjadi di wilayah Kecamatan Matawai La Pawu. Pernyataan tegas ini disampaikan Yonathan Hani dalam wawancara eksklusif dengan awak media di ruang kerjanya beberapa waktu lalu, didampingi oleh Camat Matawai La Pawu, Yance R. Wulang.

Yonathan Hani membenarkan bahwa ada pihak yang pernah menawarkan emas kepadanya. Namun, tawaran tersebut langsung ditolak mentah-mentah.



“Kecil, katanya barang dari Desa Karipi, dan itupun saya tolak. Saya bilang ini barang ilegal. Kalau itu emas, silahkan dicoba tes di Pegadaian atau tempat lain yang bisa melakukan uji coba emas,” ujar Wakil Bupati.

Menanggapi isu yang mengaitkan namanya dengan praktik pertambangan ilegal, Yonathan Hani memilih untuk mengambil sisi positif. Ia menilai isu tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk bertindak tegas.

“Ini akan menjadi pintu masuk untuk pemerintah bisa melakukan tindakan tegas dan terukur ke depannya, supaya tidak terjadi kegiatan yang melanggar dan merusak hutan, bahkan melanggar undang-undang,” tegasnya.

Ia juga berharap aparat keamanan segera mengambil tindakan tegas guna memberikan efek jera kepada para pelaku penambangan ilegal.

Sadar Akses Ekonomi Terbatas, Namun Tambang Bukan Solusi

Yonathan Hani mengakui bahwa masyarakat di wilayah Kecamatan Matawai La Pawu selama ini jauh dari akses pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tambang emas ilegal bukanlah alternatif yang baik untuk mengatasi persoalan tersebut.



“Tambang emas mungkin akan membuat uang yang cepat, di waktu yang cepat, tetapi bukan alternatif jangka panjang untuk melihat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk menghentikan aktivitas tambang emas ilegal yang secara singkat terlihat menguntungkan, namun justru merusak lingkungan dalam jangka panjang.

Camat Matawai La Pawu Bantah Terima Setoran Rutin

Di kesempatan yang sama, Camat Matawai La Pawu, Yance R. Wulang, turut membantah isu yang menyebut adanya setoran rutin mingguan dari para penambang kepada dirinya.

“Memang saya juga dengar berkembang di luar ada informasi begitu, tetapi pastikan tidak pernah ada setoran untuk Camat,” tegas Yance.



Ia memaparkan, berdasarkan laporan stafnya, aktivitas penggalian emas berada di beberapa desa, yakni Desa Karipi, Desa Katikuwai, Katiku Tana, dan Wanggameti. Namun, ia mengaku belum pernah mendatangi langsung lokasi-lokasi tersebut karena medan yang sangat terjal dan sulit dijangkau.

“Saya sendiri belum pernah ke lokasi, karena aktivitasnya di tempat yang sangat terjal, sangat sulit dijangkau,” ujarnya. [HD]

Show Buttons
Hide Buttons