
MaxFM Waingapu, SUMBA – Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, bersama Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, melakukan peninjauan langsung ke lokasi tanah longsor di Ruas Jalan Waingapu – Matawai La Pawu, Kamis 15 Januari 2026.
Longsor ruas Waingapu – Matawai La Pawu terlihat kerusakannya cukup parah pada badan jalan tersebut berada di Desa Persiapan Hawurut, Kecamatan Matawai La Pawu, dari Waingapu ke arah Tana Rara setelah melewati lokasi wisata yang terkenal yakni bukit Piara Kuku.
Peninjauan ini dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terhadap insiden yang berpotensi mengganggu kelancaran transportasi dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Bertepatan saat Bupati Sumba Timur dalam perjalanan ke Nggongi melewati Tana Rara untuk memimpin kerapatan bersama Panitia Sidang Sinode GKS di Nggongi, di lokasi, Bupati menyaksikan langsung kondisi tanah yang amblas serta keretakan badan jalan yang cukup parah.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Saya minta penanganan dilakukan secepatnya agar akses transportasi tidak terputus dan risiko kecelakaan dapat diminimalisir,” tegas Bupati Umbu Lili Pekuwali.
Bupati Umbu Lili Pekuwali langsung menginstruksikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum untuk segera melaksanakan langkah-langkah penanganan darurat. Tujuannya adalah mencegah terjadinya longsor susulan dan menjamin keamanan masyarakat yang melintas.
Selain itu, Bupati juga memerintahkan agar dilakukan kajian teknis menyeluruh terhadap kondisi tanah dan struktur jalan. Hal ini dimaksudkan agar penanganan yang dilakukan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berkelanjutan dan tepat sasaran.
Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menegaskan komitmennya untuk terus memantau serta mempercepat penanganan infrastruktur yang terdampak bencana alam. Upaya ini diharapkan dapat menjamin kelancaran aktivitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Dari pantauan maxfmwaingapu.com, kerusakan jalan dekat Bukit Piarakuku ini cukup parah dan jalannya berada di punggung bukit, di sisi kiri dan kanan jalanya jurang yang cukup dalam. Bila penangan perbaikan jalan ini tidak cepat dilakukan, bisa berdampak kerusakan jalan lebih parah akibat hujan lebat berkepanjaan yang sesuai prakiraan BMKG pertengahan Januari hingga Februari 2026 adalah puncak musim hujan di Sumba. [HD]








