
MaxFM Waingapu, SUMBA – Setiap orang tentu berharap dapat menikmati hari tua dengan kondisi tubuh yang sehat. Namun, hidup sering kali menghadirkan ujian yang tak terduga. Hal itulah yang dialami Yuliana Rohi Lomi (67), seorang ibu asal Desa Prailiu, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur. Menapaki usia senja, Yuliana mengalami kecelakaan dan harus berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Untungnya, dukungan keluarga yang tak pernah surut dan jaminan kesehatan dari Program JKN menjadi penopang utama dalam perjuangannya dan mendampinginya di saat paling sulit.
“Waktu itu saya jatuh, tulang pinggul saya dua-duanya lepas. Rasanya sakit sekali, saya bahkan tidak bisa duduk. Untuk beberapa waktu, saya hanya bisa berbaring tanpa bisa melakukan apa-apa. Tapi puji Tuhan, sekarang saya sudah membaik”, tutur Yuliana.
Meski masih harus beradaptasi dengan kondisi tubuh pasca kecelakaan, Yuliana tetap berusaha menjalani hari-harinya dengan penuh rasa syukur. Ia menyadari bahwa setiap ujian yang datang adalah bagian dari perjalanan hidup yang harus diterima dengan lapang dada.
“Sekarang saya sudah bisa duduk, itu sudah luar biasa bagi saya. Untuk jalan masih perlahan, tapi saya percaya kalau saya terus berusaha, akan ada kemajuan. Yang penting jangan putus asa,” ujarnya.
Beberapa tahun sebelumnya, ia juga sempat mengalami stroke ringan. Kondisi tersebut membuat keluarganya sempat membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan dokter, Yuliana tidak hanya dinyatakan mengalami stroke ringan, tetapi juga diketahui mengidap penyakit gula (diabetes) ringan.
“Awalnya saya tidak tahu kalau ada penyakit gula. Baru setelah kena stroke ringan, saya periksa, baru tahu ternyata ada gula ringan. Syukurlah keluarga saya cepat tanggap, sehingga saya bisa segera ditangani”, kenangnya.
Stroke dan diabetes merupakan dua penyakit yang sering menjadi momok bagi masyarakat, khususnya di usia lanjut. Namun, Yuliana tidak membiarkan dirinya larut dalam ketakutan. Ia memilih untuk bangkit dengan mengikuti semua saran dokter, mulai dari pola makan yang lebih sehat, menjaga aktivitas tubuh, hingga mengatur pola istirahat.
“Perjuangan itu tentu tidak mudah, tetapi berkat kesabaran dan dukungan keluarga, kesehatan saya sedikit demi sedikit mulai membaik”, ungkapnya.
Dua pengalaman mendapatkan pelayanan Kesehatan tersebut Yuliana Jalani tanpa adanya biaya yang ia keluarkan. Hal tersebut berkat ia telah terdaftar dalam Program JKN. Yuliana menyampaikan saat dirinya mengalami stroke ringan maupun rawat inap pasca kecelakaan, ia mendapatkan perawatan yang sangat baik di rumah sakit. Bahkan sempat selama tujuh hari ia dirawat inap, selain tanpa biaya ia juga merasakan betul perhatian tenaga medis yang tak kenal lelah memberikan pelayanan.
“Kalau bukan karena dokter dan perawat, mungkin saya tidak tahu bagaimana keadaan saya sekarang. Saya sebagai peserta JKN benar-benar merasa dilayani dengan sangat baik. Mereka sangat membantu, dan keluarga juga selalu ada untuk memberi semangat. Itu yang membuat saya bisa bertahan”, katanya penuh rasa syukur.
Dari pengalaman panjang yang telah ia lalui, Yuliana ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat, khususnya mereka yang sering mengabaikan kesehatan. Baginya, kesehatan adalah harta yang tak ternilai. Ia berharap orang-orang bisa lebih peduli pada tubuh mereka sendiri sebelum terlambat.
“Kalau ada gejala sakit sedikit, jangan ditunda. Lebih baik langsung periksa. Saya sudah mengalami sendiri, kalau dibiarkan bisa jadi lebih parah. Beryukur juga karena ada JKN, saya bisa mendapatkan perawatan medis yang layak tanpa harus khawatir dengan beban biaya. ini bukti benar bahwa JKN bukan hanya sekadar kata-kata saja, tetapi juga jaring
pengaman yang melindungi masyarakat di saat menghadapi kondisi kesehatan yang berat. Yang penting juga kita harus selalu bersyukur, apapun keadaan yang kita alami,” tutupnya. (GC/vd)








