
MaxFM Waingapu, SUMBA – Jaminan Kesehatan yang dihadirkan negara melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Kali ini, kisah datang dari Ferderika Ndapa Roka (53), warga Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, yang menggunakan JKN miliknya untuk mengobati penyakit diabetes yang dideritanya.
Ferderika mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa dirinya menderita diabetes. Ia hanya merasakan sedikit bengkak pada kakinya yang kemudian ada bagian yang melepuh. Karena kurangnya pemahaman yang dimilikinya, ia berinisiatif sendiri mengobati luka tersebut, namun hal tersebut justru membuat kondisinya semakin memburuk.
“Awalnya tidak tahu kalau saya akan kena penyakit gula. Kaki saya bengkak hingga ada yang melepuh. Akhirnya saya inisiatif obati sendiri, tapi bukannya sembuh, malah semakin parah. Akhirnya keluarga membawa saya ke rumah sakit, dan baru di sana saya mengetahui bahwa saya menderita diabetes, dengan kadar gula di atas 300 mg/dL,” cerita Ferderika saat ditemui di kediamannya.
Untuk mencegah infeksi yang lebih parah, Ferderika sampai harus menjalani operasi sebanyak dua kali. Operasi pertama membuatnya harus dirawat di rumah sakit selama enam hari, sementara operasi kedua berlangsung dengan perawatan selama empat hari.
“Saya sangat bersyukur bisa melewati masa sulit itu. Dukungan keluarga, tenaga medis, dan tentunya jaminan kesehatan dari Program JKN benar-benar membuat saya bisa sembuh tanpa harus terbebani biaya,” tutur Ferderika.
Ferderika melanjutkan bahwa pengobatan yang ia dapatkan selama menjalani perawatan menurutnya sudah sangat baik. Ferderika bercerita bahwa ia benar-benar tidak dapat membayangkan jika dirinya belum memiliki JKN saat itu, karena ia tau bahwa biaya yang dibutuhkan untuk operasi tentu sangat besar.
“Kalau bukan karena JKN, saya tidak tahu bagaimana nasib saya. Biaya operasi tentu tidak kecil, apalagi harus dua kali. Saya hanya bisa berterima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan yang sudah hadir untuk masyarakat kecil seperti saya,” ujarnya penuh rasa haru.
Kini, setelah kondisinya berangsur pulih, Ferderika kembali menjalani kehidupan sehari-hari bersama keluarga. Ia mulai membiasakan diri dengan pola hidup sehat, mengurangi konsumsi makanan manis, dan rutin berolahraga ringan untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.
“Saya tidak ingin kejadian ini terulang lagi. Sekarang saya rajin jalan pagi dan lebih disiplin dalam pola makan. Saya juga rutin kontrol ke puskesmas untuk memastikan kondisi tetap sehat,” kata Ferderika.
Di akhir perbincangan, Ferderika menitipkan pesan kepada masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan program JKN. JKN hadir untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa terbebani oleh biaya.
“Kalau sakit, jangan ditunda. Manfaatkan kartu JKN benar-benar untuk berobat. Dengan JKN ini sudah tidak ada alasan untuk menunda pengobatan Ketika sakit. Jangan takut soal biaya, karena semua sudah ditanggung, saya sudah membuktikan betul hal itu. Yang penting juga kita selalu jaga kesehatan sejak dini. Semoga program ini selalu ada untuk membantu masyarakat yang membutuhkan”, pesannya.
Program JKN terus membuktikan diri sebagai wujud kehadiran negara dalam menjamin kesehatan masyarakat. BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program JKN terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi seluruh peserta di seluruh Indonesia tanpa terkecuali. (GC/vd)







