
MaxFM Waingapu, SUMBA – Hadirnya berbagai kanal layanan yang disediakan oleh BPJS Kesehatan untuk memenuhi kebutuhan peserta saat ini telah nyata dirasakan manfaatnya. Kemudahan akses layanan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali menjadi tujuan yang ingin dicapai. Kemudahan-kemudahan yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan juga telah dirasakan langsung oleh Erna Enga Lika (49), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sumba Timur.
Erna adalah sosok ibu yang tangguh dan penuh dedikasi, baik dalam pekerjaannya maupun dalam memastikan kesehatan dan kesejahteraan keluarganya senantiasa terjaga. Erna mengaku bahwa Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi salah satu yang diandalkannya ketika ada anggota keluarganya yang sakit.
“Tentu sangat mengapresiasi adanya program ini (JKN). Selain banyak manfaatnya saat ini sudah banyak kemudahan-kemudahan yang saya rasakan,” ucapnya memulai perbincangan.
Salah satu kemudahan yang Erna rasakan adalah hadirnya kanal layanan tatap muka melalui layanan BPJS Keliling. Menurut Erna, inovasi yang dihadirkan BPJS Kesehatan dengan mendekatkan pelayanan administrasi kepada masyarakat ini sangat membantu dirinya ketika membutuhkan pelayanan administrasi.
“Saya waktu itu mengurus pendaftaran menjadi tanggungan untuk anak keempat, sekalian mendaftarkan anak pertama saya ke segmen mandiri. Kalau harus ke kantor jujur memang saya belum sempat, tapi dengan adanya BPJS Keliling ini saya bisa langsung urus di tempat dan dilayani dengan baik,” tutur Erna.
Erna melanjutkan, pelayanan yang diberikan petugas BPJS Keliling menurutnya tidak kalah dengan pelayanan di kantor. Seluruh proses administrasi menurutnya terasa sangat cepat, dan ramah.
“Semua dijelaskan dengan baik oleh petugas. Saya cukup menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), prosesnya dari menunggu antrean tidak sampai setengah jam,” tambahnya.
Manfaat dari Program JKN pun sudah pernah Erna rasakan. Ia menceritakan perjalanan panjangnya dalam menghadapi ujian dari penyakit yang diderita suaminya. Erna melanjutkan, suaminya sudah sejak tahun 2016 didiagnosis memiliki penyakit diabetes mellitus dan sempat mengalami kondisi yang cukup berat. Kala itu, kadar gula darah suaminya sempat mencapai angka 300 mg/dL dan membuatnya harus dirawat inap selama satu minggu di rumah sakit.
“Ketika suami saya harus dirawat di rumah sakit, saya benar-benar merasakan pentingnya memiliki JKN. Semua biaya pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan, jadi saya tidak perlu memikirkan soal biaya dan bisa lebih tenang mendampingi suami selama masa perawatan,” kenang Erna.
Ia menambahkan, selama masa perawatan sampai dengan pengobatan lanjutan, pelayanan yang diberikan tenaga kesehatan sangat baik. Kini, setelah hampir sembilan tahun berlalu, kondisi suaminya berangsur membaik.
“Puji Tuhan, sekarang gula darahnya sudah stabil dan kami terus kontrol secara rutin di klinik tempat suami saya terdaftar”, kata Erna.
Menurut Erna, Program JKN bukan hanya soal jaminan biaya berobat, tetapi juga bentuk nyata perhatian negara kepada masyarakatnya. Ia berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kepesertaan JKN tetap aktif.
“Saya selalu mengimbau keluarga, teman-teman dan rekan kerja agar segera mendaftar Program JKN. Jangan menunggu sampai sakit baru mau mengurus di BPJS Kesehatan. Karena kita tidak tahu kapan sakit datang. Lebih baik sudah siap dari sekarang. Dengan terdaftar lebih awal, setidaknya kita sudah punya perlindungan”, pesannya.
Erna menambahkan, dengan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, Program JKN akan terus menjadi tonggak utama dalam mewujudkan cita-cita besar Indonesia mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.
“Terima kasih untuk pelayanan yang selalu ramah dan cepat. BPJS Kesehatan benar-benar hadir di saat kami butuh. Semoga program ini terus berjalan dan semakin baik lagi kedepannya,” tutupnya (ok/vd).








