
MaxFM Waingapu, SUMBA – Selain menjanjikan penyerapan hingga 8.000 tenaga kerja untuk konstruksi, proyek strategis nasional pembangunan tambak udang terintegrasi di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) senilai Rp 7,3 triliun, juga akan melibatkan mobilisasi besar-besaran alat berat.
Baca juga:
Proyek Tambak Udang Rp 7,3 Triliun di Sumba Timur Tunggu SPMK, Janji Serap 8.000 Tenaga Kerja
Proyek yang masih menunggu Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) ini memerlukan sedikitnya 800 unit alat berat yang akan didatangkan dari luar Pulau Sumba.
Kepala Dinas Perikanan Sumba Timur, Yohanis Njurumana, menjelaskan bahwa kebutuhan alat berat dalam skala masif ini telah dibahas dalam diskusi teknis.
“Dalam diskusi dengan Kementerian Koordinator Pangan dan manajer teknis PT Adhi Karya baru-baru ini, disepakati akan dilakukan mobilisasi sekitar 800 unit alat berat dari luar pulau untuk mendukung proyek ini,” jelas Njurumana dalam acara Warga Bicara MaxFM, Selasa pagi, 9 Desember 2025.
Alat berat yang akan dimobilisasi tersebut mencakup berbagai jenis seperti ekskavator, buldoser, loader, crusher, dan jenis lainnya.
Kebutuhan ini muncul karena ketersediaan alat berat di lokal Sumba sangat terbatas untuk menopang proyek sebesar ini.
Baca juga:
Paradoks Pembangunan Sumba Timur: Banyak Program, Minim Perubahan
Lanjut Njurumana, meski mobilisasi alat berat telah dipersiapkan, pelaksanaan proyek masih menunggu terbitnya SPMK yang tertunda akibat persyaratan administratif, termasuk penyelesaian DIPA di Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Namun, pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan telah memberikan jaminan kelanjutan proyek.
“Sesditjen Budidaya KKP bahkan mengupayakan penandatanganan SPMK dapat dilakukan pada Desember 2025,” ujar Njurumana.
Ia menegaskan, begitu SPMK terbit, fase konstruksi yang padat karya dan padat alat berat akan segera dimulai. Proyek ini tidak hanya akan membawa dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja tetapi juga melalui aktivitas logistik dan sewa alat berat yang signifikan.
Baca juga:
Dugaan Pencucian Uang Rp2 Miliar, Warga Laporkan BRI Waingapu
Sementara itu, Pemerintah Daerah terus mempersiapkan tenaga lokal melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi, termasuk bagi calon operator alat berat, sarjana teknik, tenaga terampil, hingga masyarakat sekitar lokasi. [HD]








