
MaxFM Waingapu, SUMBA – Sosok Santo Carlo Acutis kini hadir dalam bentuk patung di Gereja Katolik Maria Bunda Selalu Menolong (MBSM), Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.
Carlo Acutis dikenal sebagai remaja Katolik milenial asal Italia yang wafat pada usia 15 tahun. Ia baru saja dikanonisasi oleh Paus Pius XIV pada 7 September 2025.
Baca juga:
Gereja Katolik Maria Bunda Selalu Menolong Kambajawa Ditahbiskan Duta Vatikan
Patung Carlo di Gereja MBSM digambarkan dengan ciri khas tas selempang dan kamera. Simbol ini mencerminkan kehidupan sehari-hari Carlo yang dekat dengan dunia remaja modern.
Carlo dikenal luas sebagai pemuda yang sangat mencintai Ekaristi dan Rosario. Kesetiaannya pada doa dan misa harian membuatnya dijuluki sebagai “influencer Tuhan” di era digital.
Selain taat dalam doa, Carlo memiliki kecakapan luar biasa di bidang teknologi informasi. Ia memanfaatkan keahliannya untuk membuat situs web yang mendokumentasikan mukjizat Ekaristi di seluruh dunia.
Baca juga:
SPBU Kambaniru Terbakar, Siapa Yang Harus Bertanggung Jawab?
Dedikasi Carlo menunjukkan bahwa iman Katolik dapat diwujudkan secara kreatif melalui media digital. Teladannya menginspirasi banyak orang muda untuk menggunakan teknologi bagi kebaikan.
Pastor Paroki MBSM, RD Yakobus Lodo Mema, menjelaskan bahwa kehadiran patung Carlo di gereja tersebut menjadi simbol penting bagi generasi muda Katolik. “Carlo adalah contoh bahwa kekudusan bisa diwujudkan sejak usia muda,” ujarnya.
Menurut Pastor Yakobus, penempatan patung Carlo di Gereja MBSM diharapkan menggerakkan kaum muda Katolik di Sumba agar semakin mencintai Ekaristi dan berani bersaksi melalui dunia digital.
Baca juga:
Kebakaran Hanguskan SPBU Kambaniru, Penyebab Masih Dalam Penyidikan Polisi
Umat Katolik di Waingapu menyambut antusias kehadiran patung Carlo. Mereka menilai, Santo muda itu dapat menjadi teladan hidup iman yang lebih dekat dengan kehidupan remaja masa kini.
Kehadiran Carlo Acutis di dalam ornamen Gereja MBSM juga semakin melengkapi patung para rasul dan orang kudus lainnya yang ada di dalam bangunan bergaya Gotik klasik tersebut.
Dengan demikian, Gereja MBSM tidak hanya menjadi rumah doa, tetapi juga ruang inspirasi iman. Umat yang berdoa di dalamnya diingatkan bahwa kekudusan bisa hadir di setiap zaman, termasuk era digital.
Baca juga:
Sumba Timur Pacu Eliminasi Malaria 2028, 13 Desa Endemis Jadi Prioritas
Patung Santo Carlo Acutis menjadi penanda bahwa Gereja Katolik terus hidup dan berkembang, menghadirkan teladan iman yang relevan dengan tantangan zaman bagi seluruh umat.







