
MaxFM Waingapu, SUMBA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumba Timur mencatatkan tonggak sejarah baru dengan secara resmi meluncurkan sebuah portal digital terintegrasi pada Rabu 8 Oktober 2025 di aula kantor Kejari. Portal ini dirancang sebagai sarana nyata untuk mendekatkan lembaga kejaksaan dengan masyarakat, sekaligus menjawab tuntutan zaman akan akses informasi hukum yang cepat, mudah, dan terpercaya. Inovasi ini menandai komitmen Kejari Sumba Timur untuk bertransformasi menjadi lembaga yang lebih adaptif.
Baca juga:
Pesan Haru Duta Besar Vatikan usai Resmikan Gereja di Sumba Timur
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumba Timur Akwan Annas menjelaskan, kehadiran portal ini merupakan respons atas perkembangan teknologi informasi dan tuntutan masyarakat akan pelayanan publik yang transparan serta efisien.
“Portal tersebut diharapkan dapat menjadi gerbang baru yang membuat Kejari Sumba Timur lebih responsif dan akuntabel dalam menjalankan tugasnya. Langkah ini sejalan dengan semangat modernisasi di lingkungan penegak hukum,” jelas (Kajari) Sumba Timur Akwan Annas.
Kajari Sumba Timur Akwan Annas menambahkan portal digital Kejari Sumba Timur dilengkapi dengan beragam fitur yang dirancang untuk memudahkan masyarakat.
Baca juga:
Sriwijaya Air Kembali Beroperasi di Waingapu, Bupati: Buka Ruang Baru bagi Ekonomi dan Pariwisata
“Beberapa fitur unggulan meliputi akun Instagram resmi untuk edukasi hukum, layanan pengawasan orang asing yang melibatkan pihak hotel, dan PPID (Pelayanan Publik Informasi Dokumentasi) untuk menjamin keterbukaan informasi public, selain itu masyarakat juga dapat mengakses informasi perkara yang sedang berjalan secara cepat dan akurat,” tambahnya.

Kajari Sumba Timur Akwan Annas Fitur melanjutkan fitur “Halo Jaksa” dalam portal ini disediakan sebagai wadah komunikasi langsung antara masyarakat dengan jaksa. Melalui fitur ini, masyarakat dapat dengan mudah bertanya, menyampaikan aspirasi, atau berkonsultasi mengenai masalah hukum, sehingga memperkuat peran kejaksaan sebagai sahabat masyarakat. Fitur lain yang signifikan adalah layanan perizinan besuk tahanan secara online, yang memangkas prosedur administratif yang sebelumnya membebani keluarga terdakwa, ujarnya.
Selain itu untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam penegakan hukum, menurut Kajari setempat, portal ini juga dilengkapi dengan fitur “Lapor”. Fitur ini memungkinkan masyarakat melaporkan dugaan pelanggaran hukum dengan mudah, cepat, dan dijamin kerahasiaannya. Sementara itu, fitur “Jaga Desa” hadir sebagai bentuk pencegahan dan edukasi hukum langsung kepada pemerintah desa dan masyarakat, guna memastikan pengelolaan dana desa yang transparan dan bebas dari penyimpangan.
Baca juga:
Gereja Katolik Maria Bunda Selalu Menolong Kambajawa Ditahbiskan Duta Vatikan
Keberhasilan portal ini diakui sangat bergantung pada dukungan dan sinergi semua pihak. Kejari Sumba Timur secara khusus mengajak pemerintah daerah untuk bersinergi dalam penyediaan data, sosialisasi, dan penguatan regulasi. Apresiasi juga disampaikan kepada para pemilik dan pengelola hotel yang diharapkan dapat berperan aktif dalam mekanisme pengawasan orang asing, menciptakan keseimbangan antara penegakan hukum dan dukungan terhadap sektor pariwisata.
Baca juga:
Gereja Katolik Maria Bunda Selalu Menolong Kambajawa Ditahbiskan Duta Vatikan
Kejari Sumba Timur menyadari bahwa aplikasi digital ini mungkin belum sempurna. Oleh karena itu, mereka membuka diri terhadap segala bentuk masukan, kritik, dan saran konstruktif dari masyarakat untuk perbaikan berkelanjutan. Peluncuran portal ini diharapkan menjadi momentum awal terwujudnya tata kelola pelayanan hukum yang lebih baik, transparan, dan berintegritas di Sumba Timur, sekaligus mewujudkan kejaksaan yang hadir dalam keseharian masyarakat sebagai mitra pencipta keadilan. [MaxFMWgp]







