Scroll to Top
Pelabuhan Waingapu Ditargetkan Jadi Percontohan Tertib ODOL Berbasis Kolaborasi
Posted by maxfm on 1st Agustus 2025
Pengecekan Kendaraan Yang Akan masuk di KM Daharma Krtika V di Pelabuhan Nusantara Waingapu

MaxFM Waingapu, SUMBA – Guna menjamin keselamatan pelayaran dan kelancaran distribusi logistik, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Waingapu bersama PT. Pelindo (Operator Terminal), PT. Dharma Lautan Utama (DLU) (Operator Kapal), Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan Laut (KPPP), dan Pos TNI Angkatan Laut menyatakan komitmen bersama untuk memperketat pengendalian kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) pada layanan kapal Roll-on Roll-off (Ro-Ro) di Pelabuhan Waingapu.

Komitmen yang ditegaskan melalui koordinasi lintas instansi akhir Juli 2025 ini merupakan implementasi program pemerintah pengendalian ODOL dan wujud tanggung jawab kolektif. Tujuannya jelas: menjaga keselamatan pelayaran, menekan angka kecelakaan lalu lintas jalan, serta mendukung distribusi logistik nasional yang lancar melalui transportasi laut.



Praktik ODOL, yang masih ditemui di beberapa pelabuhan Ro-Ro, dinilai memiliki dampak signifikan dan berbahaya. Ketidaksesuaian dimensi dan kelebihan muatan dapat mengganggu stabilitas kapal, membahayakan keselamatan awak, merusak infrastruktur pelabuhan, serta berpotensi memicu insiden laut. Melalui sinergi ini, disepakati tidak ada toleransi terhadap pelanggaran dimensi dan muatan sesuai regulasi yang berlaku.

“Upaya pengendalian ODOL ini adalah bagian dari Komitmen Kementerian Perhubungan dan pelaksanaan arahan Direktur Jenderal Perhubungan Laut,” tegas Kepala KSOP Kelas Waingapu, Fadly Afand Djafar, kepada Radio MaxFM, Rabu, 30 Juli 2025.

Kepala KSOP Kelas Waingapu, Fadly Afand Djafar menjelaskan bahwa, pengawasan tidak hanya melalui verifikasi dokumen, tetapi juga mencakup pengukuran fisik langsung terhadap kendaraan di Ruang Tunggu Kendaraan (RTK) sebelum dimuat ke kapal Ro-Ro.




“Ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam menjaga keselamatan pelayaran dan memberikan kepastian hukum serta pelayanan kepelabuhanan yang profesional dan berintegritas,” ujarnya.

PT. Dharma Lautan Utama (DLU) sebagai operator kapal menyatakan dukungan penuh. Berbagai langkah telah diambil, seperti penerapan prosedur check-in kendaraan yang lebih selektif, pelatihan identifikasi ODOL bagi petugas, dan peningkatan kerja sama teknis dengan pihak pengawas dan pengaman. KPPP dan Pos TNI AL juga berperan aktif dalam pengawasan dan penindakan terhadap pelanggar untuk menjaga keamanan dan ketertiban pelabuhan.

Selain pengawasan ketat, KSOP Waingapu juga mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif. Sosialisasi dan forum komunikasi rutin digelar bersama pelaku usaha transportasi darat, pengemudi, dan pemilik kendaraan. Tujuannya meningkatkan pemahaman akan bahaya dan konsekuensi pelanggaran ODOL, serta membangun budaya kepatuhan dan kesadaran kolektif demi keselamatan bersama.




Menyuarakan pesan moral yang kuat, KSOP Waingapu menegaskan: “Keselamatan pelayaran adalah Tanggung Jawab Bersama yang harus dijaga oleh semua pihak, muatan harus sesuai aturan, karena nyawa tidak dapat dikompensasi.” Kesadaran keselamatan harus dimulai dari pengguna jasa, didukung risk control operator, dan pengawasan ketat pemerintah. Dengan semangat ini, Pelabuhan Waingapu berkomitmen menjadi pelabuhan yang tertib ODOL dan siap menjadi percontohan pelayaran yang aman, tertib, dan berkelanjutan. [HD]

Show Buttons
Hide Buttons