Scroll to Top
Pelatihan NVDA Buka Gerbang Literasi Digital bagi Tunanetra Sumba Timur
Posted by maxfm on 17th Juli 2025
Pratama Riski Yusuf Widodo Sedang Mengajarkan cara menggunakan Laptop kepada Penyandang Disabilitas Netra Kabupaten Sumba Timur, Kamis 17 Juli 2025 [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM Waingapu, SUMBA – Penyandang disabilitas netra di Sumba Timur kini mampu mengoperasikan laptop secara mandiri berkat pelatihan komputer berbasis software NVDA (Non Visual Desktop Access) yang diselenggarakan Pusat Aksi Hak-Hak Disabilitas (PAHDIS). Kegiatan selama empat hari (15-18 Juli 2025) ini dipandu Pratama Riski Yusuf Widodo (30), guru SLB Kota Raja Kupang sekaligus ahli pelatihan komputer inklusif.



“Kami memodifikasi laptop standar dengan NVDA yang mengonversi teks di layar menjadi suara. Teknologi ini menjadi mata bagi peserta untuk menjelajah dunia digital,” tegas Pratama di lokasi pelatihan computer di sekitar Kambaniru, Kamis 17 Juli 2025. Para peserta diajari dasar komputer, penggunaan Microsoft Word, Excel, PowerPoint, dan teknik browsing aman. Tujuannya memutus isolasi informasi dan membuka akses pengetahuan global bagi tunanetra.

Antusiasme peserta melampaui batas usia. Yohanis Dimu (43) yang memiliki low vision mengaku transformasinya dramatis: “Tiga hari lalu saya tak tahu cara memegang memakai laptop. Sekarang sudah bisa menyalakan laptop, mengetik, bahkan menginstal NVDA sendiri. Meski kadang tersandung tombol, semangat belajar saya tak akan padam!”




Prestasi serupa ditunjukkan Karel Kanda (68), peserta tertua. Dengan bangga ia menyatakan: “Di usia senja, saya justru mendapat ilmu baru. Sudah bisa mengetik dan mengoperasikan internet. Nanti, pengetahuan ini akan saya ajarkan ke tunanetra lain!”

Penyandang Disabilitas Netra Kabupaten Sumba Timur, Sedang Mendengarkan Penjelasan Cara Mengoperasikan Laptop dari Instruktur, Kamis 17 Juli 2025 [Foto: Heinrich Dengi]

Menurut Pratama, keragaman kemampuan peserta menjadi tantangan tersendiri. “Ada yang langsung paham, ada yang perlu pendekatan khusus. Tapi konsistensi mereka luar biasa – dari nol kini sudah menguasai Sebagian besar materi dasar,” ujarnya. Keberhasilan ini menurutnya membuktikan bahwa disabilitas penglihatan bukan halangan untuk melek teknologi.



Sementara itu, Ketua PAHDIS Kabupaten Sumba Timur Paulus Kamulung menjelaskan, kolaborasi strategis antara PAHDIS sebagai penyelenggara dan tenaga pendidik seperti Pratama menjadi kunci keberhasilan program. “Ini baru langkah awal. Kami akan adakan pelatihan lanjutan agar keterampilan peserta semakin matang,” pungkas Ketua PAHDIS Kabupaten Sumba Timur Paulus Kamulung.

Ketua PAHDIS Kabupaten Sumba Timur Paulus Kamulung menambahkan pelatihan ini mencatat sejarah baru karena untuk pertama kalinya, pemuda hingga lansia tunanetra Sumba Timur mampu mengakses arus informasi digital secara setara.

Show Buttons
Hide Buttons