
MaxFM Waingapu, SUMBA – “Umbi-umbian yang sejak dulu sudah menjadi makanan pokok masyarakat Sumba tapi beberap dekade terakhir kita bergeser dan beralih kepada pola makan beras,” demikian Umbu Lili Pekuwali kepada wartawan di Waingapu, Rabu 4 Desember 2024.
Baca juga:
Gempa Hantam California, Picu Peringatan Tsunami
Kepada wartawan, Bupati Sumba Timur terpilih ini mengatakan, perubahan iklim yang tidak menentu merupakan persoalan serius yang sampai saat ini dihadapi oleh para petani di daerah itu.
“Persoalan yang sering selalu dihadapi oleh masyarakat ini termasuk di luar kendali kita. Ini masalah iklim, dan itu berdampak hampir pada semua sektor,” ujar Umbu Lili Pekuwali.
Perubahan iklim, lanjutnya, menyebabkan pola dan jadwal tanam ikut berubah. Selain itu, curah hujan yang tidak stabil menmbuat mengakibatkan sejumlah persoalan seperti gagal tanam dan gagal panen.
Baca juga:
Umbu Lili Pekuwali dan Yonathan Hani Menang Pilkada Sumba Timur, Raih 66.293 Suara
Akibatnya dari persoalan gagal tanam dan gagal panen tak jarang membuat keluarga petani menderita.
Dikatakan Umbu Lili Pekuwali, “Berubahnya pola tanam ya, jadwal tanam. Kemudian tidak continuenya musim hujan ini membawa kerusakan. “Nah hal-hal ini diluar kendali, tetapi cara kita antisipasi.”
Baca juga:
5 Puksesmas di Sumba Timur Mulai Terapkan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer
Langkah-langkah aktisipasi, Menurut Umbu Lili Pekuwali, perlu dilakukan untuk menghadapi perubahan iklim akhir-akhir ini. Tujuannya untuk menjaga kestabilan dan ketersediaan stok pangan keluarga petani di Sumba Timur.
“Cara kita antisipasi ya tentunya kita harus menyiapkan langkah-langkah yang sifatnya menjaga, kalau produksivitas pertanian di tanaman pangan itu menurun paling tidak ada jenis tanaman lain yang bisa kita pakai. Mungkin kita bisa memanfaatkan bantaran sungai yang tidak terlalu tergantung dengan musim hujan,” tandasnya. [Team]








