
MaxFM Waingapu, SUMBA – Keinginan Untuk menjadikan Warga Binaan Pemasyarakatan Waingapu mempersiapkan diri memasuki kehidupan yang lebih bermakna sudah lama digumulkan Ketua Tim Penggerak PKK Sumba Timur Merliaty Praing Simanjutak. Keinginan baik baru terwujut dalam kepepimpinan Lapas Kelas II A Waingapu Revanda Bangun.
Respon cepat Kalapas Waingapu Revanda Bangun dalam mebuka diri dan kolaborasi terlihat dalam penandatanganan Kerjasama dan Louching program “Zero to Hero” antara Lapas Kelas IIA Waingapu dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumba Timur. Kegiatan ini digagas bersama oleh Kalapas Waingapu, Revanda Bangun, dan Ketua Tim Penggerak PKK, Merliaty Praing Simanjuntak.
Setelah berkoordinasi beberapa hari sebelumnya, program Zero to Hero jadi bukti kolaborasis kuat antara Lapas Kelas II A Waingapu dan TP PKK Sumba Timur.

Dalam peluncuran program “Zero to Hero” di Aula Lapas Kelas II A Waingapu, Ketua Tim Penggerak PKK Merliaty Praing Simanjuntak mengatakan, lewat program “Zero to Hero” PKK Sumba Timur dan Lapas Kelas II A Waingapu berkerja sama untuk meningkatkan ketrampilan Warga Binaan Lapas (WBP) untuk mendapatkan bekal keterampilan, fasilitas pendukung, dan pemasaran yang dapat membantu mereka berwirausaha setelah menjalani masa hukuman, serta berkontribusi positif bagi masyarakat dan perekonomian loKal Sumba Timur.
“Dengan kemampuan yang dimiliki WBP lewat program Zero to Hero, untuk WBP yang sudah mahir dalam soal menggambar, mengikat kain dan mewarnai alami tenun ikat Sumba akan diberikan kesempatan untuk menjadi narasumber bagi kegiatan sejenis di kegiatan-kegiatan Dasa Wisma PKK atas seijin Kalapas Waingapu,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Merliaty Praing Simanjuntak, Jumat (20/07/2024]
Di tempat yang sama, Kalapas Waingapu, Revanda Bangun mengatakan kerjasama ini merupakan langkah strategis untuk mendukung pembinaan kemandirian bagi WBP.

“Dengan adanya program ini, kami berharap para warga binaan dapat memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang bermanfaat, sehingga dapat berkontribusi positif kepada masyarakat Sumba Timur, bahkan ketika sudah di kehidupan bebas di luar Lapas Waingapu jadi modal untuk bisa berusaha,” kata Kalapas Waingapu Revanda Bangun.
Bupati Sumba Timur Khristofel Praing di Aula Lapas menyaksikan dari dekat Penanda Tanganan Kerja sama yang baik ini dan menyatakan pihak Pemerintah Daerah Sumba Timur mendukung penuh program Zero to Hero.
“Kerjasama seperti ini penting sekali untuk memberdayakan warga binaan melalui pengembangan potensi di bidang wirausaha, baik tenun ikat, kerajinan souvenir, meubeler, dan tata boga,” kata Bupati Sumba Timur Khristofel Praing di hadapan para pimpinan OPD yang hadir juga WBP yang ada di dalam di Aula Lapas Kelasa II A Waingpu maupun WBP yang berada di sekitar Aula.
Dalam kesempatan ini, Bupati Khristofel Praing menyerahkan langsung Nomor Induk Berusaha (NIB) secara simbolis kepada dua orang perwakilan WBP, yang menjadi simbol dukungan pemerintah untuk memfasilitasi mereka dalam berwirausaha.
Dalam acara ini juga dilaksanakan penyerahan Sertifikat Penghargaan bagi Individu dan Instansi yang terlibat dalam program “Zero to Hero”, diantaranya sertifikat penghargaan dari Lapas Waingapu kepada Ketua Tim Penggerak PKK Sumba Timur, Merliaty Praing Simanjuntakdan dari Tim PKK Sumba Timur memberikan sertifikat penghargaan kepada Kepala Lapas waingapu, Revanda Bangun dan Lapas Kelas IIA Waingapu.

Selepas Lounching Program Zero to Hero, para tamu undangan diajak untuk melihat hasil karya warga binaan yang dipamerkan.
Karya WBP yang ditampilkan dan bisa dibeli antara lain gelang tangan dari tanduk kerbau, aneka tas, net untuk olah raga bola voli, dan masih banyak produk lainnya.
Rencana ke depan produk kerajinan tangan WBP akan dibantu untuk dipasarkan secara luas oleh Tim Penggerak PKK Sumba Timur melalui perjanjian kerjasama ini, memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk mengembangkan kreativitas dan meningkatkan keterampilan mereka. [HD]








