
MaxFM WAINGAPU– Seorang anak di Desa Persiapan Ngallu, Kecamatan Pahunga Lodu di digit anjing saat bermain bola bersama teman-teman nya.
Alhasil anak bernama Kaleb Keraba (4) ini harus dilarikan ke Puskesmas Mangili sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Umbu Rara Meha (RSUD URM) Waingapu.
Informasi yang berhasil dihimpun MaxFM, peristiwa ini terjadi pada Sabtu (16/12/2023) lalu, saat Kaleb Keraba ikut bermain dengan anak-anak lain di halaman rumah tetangga.
Namun saat Kaleb ingin membantu mengambil bola yang berada di dekat anjing tetangga yang sedang tidur, anjingnya kaget dan bangun hingga langsung menggigit Kaleb.
Hal ini diungkapkan Kakak Ibunya, Emika Kristin Bili saat ditemui wartawan di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Kamis (28/12/2023).
Dijelaskannya, Kaleb tidak hanya digigit sekali, melainkan setidaknya tiga kali menderita gigitan, di belakang kepala dan juga di mata Kaleb.
Emika menjelaskan gigitan di mata Kaleb merupakan yang terakhir saat Kaleb berusaha bangun untuk menghindar namun kembali digigit anjing tersebut.
Ditambahkannya, Kaleb kemudian dilarikan ke Puskesmas Mangili untuk mendapatkan perawatan, namun kemudian dirujuk ke RSUD URM Waingapu untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Emika menuturkan, Kaleb harus menjalani rawat inap selama empat hari di RSUD URM Waingapu yakni sejak 16 Desember hingga 20 Desember 2023 baru diijinkan pulang.
“Jahitannya ada banyak, karena ada tiga luka gigitan yakni di leher belakang, kepala dan mata,” jelasnya.
Emika mengaku bersyukur karena luka-luka gigitan yang dialami Kaleb sudah mulai membaik setelah mendapatkan perawatan dan diijinkan pulang.
Ditambahkannya, sebagai sesama orang Sumba, pemilik anjing juga sudah menyampaikan permohonan maaf dan memberikan bantuan untuk perawatan Kaleb di rumah sakit, sehingga tidak ada permasalahan antara keluarga Kaleb dengan pemilik anjing.
Emika menambahkan kasus gigitan anjing yang dialami Kaleb ini bukan karena anjingnya terkena rabies, melainkan karena anjing tersebut merupakan anjing pemburu yang biasa dipakai mengejar hewan liar di hutan.
“Bukan rabies, karena anjingnya sehat namun sensitif karena anjing pemburu,” ungkapnya.(ONI).








