
MaxFm WAINGAPU – Seorang nelayan dari Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu, Markus Kalambar Retang ditemukan meninggal dunia di Pantai Maukawini, Desa Lambakara, Kecamatan Pahunga Lodu, Sumba Timur.
Markus Kalambar Retang ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi oleh tim SAR gabungan dengan jarak mencapai lebih dari satu kilometer dari bibir pantai, atau dari titik dimana terakhir kali Markus Kalambar Retang terlihat oleh rekan-rekan nelayan lainnya.
Hal ini disampaikan Camat Pahunga Lodu, Yakub Mangu Yada saat dihubungi melalui sambungan telepon Selasa (14/02/2023).
Dijelaskannya Markus Kalambar Retang diketahui melaut bersama tiga rekan nelayan lainnya di perairan Maukawini Senin (13/02/2023) malam sekitar pukul 20.00 Wita.
Saat tiba di pantai Maukawini, Markus Kalambar Retang memilih memisahkan diri dari ketiga nelayan lainnya dan masuk terlebih dahulu ke dalam laut meninggalkan tiga rekannya yang masih beristirahat di pantai dan melihat kondisi laut.
Setelah kondisi laut dianggap baik untuk melaut, ketiga rekan Markus Kalambar Retang ikut masuk ke dalam laut untuk mencari ikan, namun tidak menemukan Markus Kalambar Retang.
Ketiga nelayan ini akhirnya kembali ke darat sekitar pukul 00.00 Wita saat air laut sudah mulai pasang. Namun saat keluar, ketiganya juga tidak menemukan Markus Kalambar Retang yang sudah masuk terlebih dahulu.
Ketiga nelayan ini kemudian menanti dan mencari Markus Kalambar Retang hingga pukul 02.00 Wita dengan hasilnya nihil.
Karenanya, setelah fajar menyingsing, ketiga nelayan ini mencari dan meminta pertolongan dari masyarakat sekitar pantai Maukawini untuk ikut mencari keberadaan Markus.
Hilangnya Markus Kalambar Retang ini juga dilaporkan ke aparat penegak hukum, pemerintah desa, hingga ke tingkat atas.
Hasilnya tim SAR gabungan dari Kabupaten Sumba Timur langsung meluncur ke Pantai Maukawini menggunakan jalan darat dengan membawa peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan pencarian.
Hasilnya sekitar pukul 12.20 Wita, tim SAR gabungan menemukan Markus Kalambar Retang di perairan dalam dengan jarak sekitar satu kilometer dari bibir pantai dan dalam keadaan meninggal dunia.
Yakub Mangu Yada menambahkan setelah dievakuasi ke darat, tim SAR gabungan langsung membawa jenazah almarhum ke Puskesmas Mangili untuk mendapatkan pemeriksaan visum et repertum guna mengetahui penyebab meninggalnya almarhum.
“Tim SAR gabungan setelah temukan, walau sudah meninggal tetap dibawa ke Puskesmas Mangili untuk diperiksa,” ungkapnya.(ONI)








