
MaxFM WAINGAPU – Pemerintah Kabupaten Sumba Timur akan segera melakukan pengendalian serentak terhadap Belalang Kembara yang terus menyerang tanaman pertanian masyarakat Sumba Timur hingga saat ini.
Keputusan melakukan pengendalian serentak ini diambil pemerintah Kabupaten Sumba Timur setelah melakukan rapat koordinasi bersama Forkopimda dan stakeholder terkait Rabu (25/01/2023).
Rapat koordinasi ini dipimpin langsung Bupati Sumba Timur, Drs. Khristofel Praing, M. Si., bersama Ketua DPRD Kabupaten Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq, Dandim 1601/Sumba Timur, Letkol Czi Aditya Triwirawan, Wakapolres Sumba Timur dan Kajari Sumba Timur.
Pengendalian serentak ini akan segera dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Sumba Timur dengan melibatkan semua stakeholder terkait hingga pemerintah tingkat paling bawah yakni RT/RW.
“Kami minta bantuan agar nantinya dalam pengendalian serentak ini ada anggota TNI/Polri yang ikut membantu, karena akan terasa berbeda kalau kami sendiri lakukan,” ungkap Bupati Sumba Timur, Drs. Khristofel Praing, M. Si.
Poin lain yang disepakati dalam rapat koordinasi tersebut adalah pemerintah akan menyiapkan beras untuk memberikan kepada masyarakat yang berpartisipasi menangkap belalang dengan nilai sebanding yakni satu kilo gram belalang ditukar dengan satu kilogram beras.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur, Nicolas Pandarangga, ST., MM,. menjelaskan pengendalian serentak ini dilakukan menyusul makin masifnya serangan Belalang Kembara di Sumba Timur.
Karena itu pihaknya memilih untuk melakukan pengendalian serentak yang rencananya akan dilakukan pada tanggal 6 Februari 2023 mendatang, sebab saat ini sedang ada pada siklus puncak perkembangan belalang.
“Kita pilih tanggal 6 Februari karena siklus puncaknya adalah Januari hingga awal Februari,” jelasnya.
Pengendalian serentak Belalang Kembara ini menurutnya tidak hanya akan dilakukan dengan penyemprotan pestisida, namun juga akan mengajak partisipasi masyarakat untuk menangkap belalang.
“Kita akan menyiapkan beras untuk berikan kepada masyarakat dengan perbandingan satu kilogram beras dengan satu kilogram belalang,” jelasnya.(ONI)








