Scroll to Top
Advokasi Germas Menuju Sumba Timur Sehat 2025, Lintas Sektor Rancang lima PHBS
Posted by maxfm on 8th Juni 2022
| 547 views
Suasana Pertemuan Advokasi GERMAS Hidup Sehat Lintas Sektor Kabupaten Sumba Timur [Foto: Prokopim SUmba Timur]

MaxFM Waingapu – Dinas Kesehatan Sumba Timur bersama segenap elemen masyarakat merancang lima tatanan prilaku hidup bersih sehat (PHBS). Hal ini bertujuan untuk mewujudkan program menuju Sumba Timur sehat tahun 2022.



Kepada MaxFM Waingapu di Aula Setda Sumba Timur, Rabu 8 Juni 2022, Aplonia Djami, Pengelola Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, menjelasan kota kita di Sumba Timur ini butuh sentuhan berbagai elemen.

Dikatakan Aplonia Djami “Kita lihat ke depan, kota kita di Sumba Timur ini butuh sentuhan berbagai elemen untuk membantu bagaimana berperan aktif ikut menyehatkan masyarakat Sumba Timur.”




Menuju Sumba Timur kabupaten sehat tahun 2025, membuat pertemuan advokasi pergerakan masyarakat hidup sehat.

Pergerakan advokasi ini melibatkan lintas sektor yang ada di Sumba Timur antara lain, Dinas Pendidikan, Badan Kepegawaian Dearah dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat.



“Ada WVI dan yayasan-yayasan pendidikan, GMKI dan organisasi profesi ikatan dokter indonesia, persatuan perawat nasional indonesia juga lintas agama,” ujarnya.

Hal ini bertujuan bersama-sama merancang sebuah regulasi terkait dengan tatanan prilaku hidup hidup bersih dan sehat (PHBS).

Ada lima ranah yang berkaitan denga tatanan PHBS yakni, tatanan PHBS di sekolah, rumah tangga, tempat kerja, fasilitas pelayanan kesehatan, dan tatanan PHBS di tempat-tempat umum.



Setiap tatanan PHBS itu memiliki indikator yang diukur dan salah satu contoh tatanan PHBS di rumah tangga.

Terdapat 10 indikator yang berkaitan dengan tatanan PHBS di rumah tangga dinataranya, pertolongan persalinan harus di fasilitas pelayanan kesehatan atau oleh tenaga kesehatan.

Kedua pemberian ASI ekslusif, menimbang balita setiap bulan atau ikut aktif dalam posyandu.




“Menggunakan jamban sehat dalam keluarga, cuci tangan pakai sabun, tidak boleh merokok dalam rumah, dan makan sayur setiap hari serta lakukan aktivitas tiap hari. Itu salah satu PHBS,” katanya.

Sekretaris Daerah Sumba Timur, Domu Warandoy SH, M.Si saat membukan kegiatan Pertemuan Advokasi Penggerakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) berharap pertemuan tersebut akan menghasilakan suatu regulasi.

Regulasi tentang penerapan Germas yang meliputi manajemen peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam menjawab RPJMN Indonesia Sehat Tahun 2025.



“Salah satu kebijakan terobosan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Upaya memperoleh hidup sehat, katanya, perlu merubah perilaku seseorang. Hal ini dapat dilakukan melalui promosi atau penyuluhan terus menerus demi mencapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

“Dinas Kesehatan tidak dapat melakukan sendiri, tanpa adanya kerja sama para aktor dari lintas sektor, seperti organisasi profesi, organisasi lintas agama, LSM dan Yayasan. Kerja sama lintas sektor sangat penting,” katanya.



Pertemuan advokasi dalam rangka penggerakan Germas hidup sehat lintas sektor di Sumba Timur, diharapkan dapat berfokus pada manajemen lima tatanan PHB.

“Peserta pertemuan ikut berkontribusi aktif memberikan ide dan pikiran-pikiran brilian demi tersusunnya suatu regulasi PHBS. Akan dituangkan dalam surat edaran bupati bagi seluruh masyarakat dalam berbenah menuju predikat Sumba Timur menjadi kabupaten sehat tahun 2025,” tandasnya. [TIM]

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons