
MaxFM, Waingapu – Dorong pertumbuhan ekonomi di desa wisata, PT. PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumba salurkan bantuan bagi para kelompok pengrajin tenun di Desa Mondu, Kecamatan Haharu dan Wairinding Desa Pambotanjara, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.
Bantuan berupa peralatan dan perlengkapan menenun bagi para pengrajin tenun itu dilaksanakan atas kerja sama PT. PLN UP3 Sumba yang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumba Timur.
Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumba Blasius Gani, kepada Radio MaxFM Waingapu, Senin 23 Mei 2022 dalam acara Warga Bicara menjelaskan, penyaluran bantuan itu berdasarkan hasil dari kerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumba Timur.
Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumba Blasius Gani menjelaskan sebelum menyalurkan bantuan tersebut, pihak PT. PLN UP3 Sumba berkoordasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumba Timur. “Bantuan CSR ini merupakan kerja sama dengan Dinas pariwisata Sumba Timur. Data desa wisata ini kami dapatkan dari dinas pariwisata,” katanya.
Dijelaskan Blasius Gani, terdapat dua desa di Sumba Timur yakni Desa Mondu dan Pambotadjara yang dipilih sebagai penerima bantuan peralatan tenun dari PT. PLN UP3 Sumba tersebut.
Bantun peralatan tenun bagi para anggota kelompok di kedua desa itu sebagai bentuk tanggung jawab sosial bagi warga setempat yang juga selama ini merupakan pelanggan PLN.

Dikatakan Gani, “Tanggub jawab sosial bagi masyarakat yang selama ini merupakan pelanggan PLN dan kami melihat bahwa kedua desa desa wisata yang ada di Sumba Timur.”
Melalui bantuan peralatan dan perlengkapan tenun bagi para pengrajin di kedua desa wisata ini, diharapkan bisa berdampak baik dalam upaya peningkatan ekonomi warga yang mengalami kesulitan akibat pandemi.
Pandemi Covid -19, lanjut Blasius Gani, membuat aktivitas warga menjadi terbatas. Akibatnya hasil produksi tenun warga yang selama ini dijual kepada para wisatawan tidak terjual karena kurangnya kunjungan wisatawan ke Sumba Timur.
“Kami melihat kondisi pandemi Covid-19 selama ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat yang berdampak pada para penenun ini karena hasil tenun yang dihasilkan tidak terjual. Kunjungan wisatawan ke Sumba Timur ini berkurang,” urai Blasius Gani.
Penyaluran bantuan delapan buah alat tenun yang dilengkapi dengan bahan untuk produksi tenun ini merupakan bentuk dukungan PT. PLN UP3 Sumba bagi warga setempat.
“Kami mensuport peralatan tenun bagi mereka ini dengan harapan bisa meningkatkan produksi tenun. Ada delapan buah alat tenun yang dilengkapi dengan bahan-bahan untuk memproduksi tenun yang diserahkan. Jadi ketika menerima bantuan peralatan ini nantinya mereka tidak lagi mencari bahan untuk menenun karena semua sudah tersedia,” tandasnya. [TIM]







