Scroll to Top
Andian BM Akhiri Hidupnya dengan Tali di Pinggir Sungai Lamenggit
Posted by maxfm on 5th April 2022
Kasat Reskrim Polres Sumba Timur, Iptu Salfredus Sutu. (FOTO: ONI)

MaxFM, Waingapu – Andian Bulu Malo (17) warga Kelurahan Matawai, Kecamatan Kota Waingapu akhiri hidupnya dengan seutas tali di pinggir Sungai Lamenggit, Sabtu (02/04/2022).



Hal ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Sumba Timur, Iptu Salfredus Sutu kepada MaxFm melalui pesan WhatsApp. Dijelaskannya Andi (sapaan akrab Andian Bulu Malo) mengakhiri hidupnya sekitar pukul 22.10 Wita.

Dijelaskannya peristiwa gantung diri oleh Andi ini sempat dilihat oleh saksi Yeti Remindima saat Andi keluar rumah menuju ke arah pinggir sungai dengan membawa tali.



Karena itu Yeti sempat menyampaikannya ke kakaknya, Umbu Yanto Redindima sehingga Umbu Yanto mengambil lampu senter lalu mengajak saksi Erlan Putra Kabba dan Lu Hamanay untuk mencari Andi.

“Para saksi sempat langsung mencari korban dengan maksud untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Sutu.

Sutu menambahkan, namun karena sudah dalam keadaan gelap para saksi baru berhasil menemukan keberadaan korban sekitar 20 menit setelah dilihat saksi Yeti korban mmebawa tali menuju ke pinggir Sungai Lamenggit.



Karenanya pada saat ditemukan, Andi sudah dalam keadaan tergantung di dahan pohon dekat pinggir Sungai Lamenggit.

“Korban pertama kali dilihat oleh saksi Lu Hamanay saat korban dalam posisi tergantung di dahan pohon dan diperkirakan sudah tidak bernyawa lagi,” jelasnya.



Selanjutnya para saksi melaporkan kejadian ini ke SPKT Polres Sumba Timur sehingga piket fungai regu dua dan tim identifikasi Satreskrim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan olah TKP.

“Setelah tiba di lokasi dengan bantuan masyarakat, korban dievakuasi dan dilarikan ke RSUD URM Waingapu untuk dilakukan pemeriksaan medis yang menyimpulkan korban murni meninggal karena gantung diri,” ungkapnya.




Sutu juga menjelaskan informasi lain yang diperoleh Polisi dari keluarga korban, Andi sudah tiga bulan tidak tinggal di rumah karena berselisih paham dengan orang tuanya.

“Orang tua korban menerima ini sebagai musibah sehingga menolak untuk diautopsi sehingga korban diterima untuk diurus pemakamannya.(ONI)

Show Buttons
Hide Buttons