
MaxFM, Waingapu – Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Syaiful Bahri Lubis mengapresiasi semangat menulis para guru sekolah dasar (SD) di lima kabupaten binaan INOVASI NTT. Pasalnya dalam sepekan para guru berhasil menulis 91 naskah cerita yang siap diproses lebih lanjut hingga penerbitan.
Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT, Syaiful Bahri Lubis menyampaikan hal ini saat memberikan sambutannya sebelum menutup kegiatan pelatihan dan lokakarya penulisan buku nonteks anak yang diselenggarakan bersama INOVASI Provinsi NTT dan dilakukan di lima kabupaten binaan INOVASI NTT.
Dimana lima kabupaten tersebut yakni Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Nagekeo. Hasilnya empat kabupaten masing-masing menghasilkan 20 naskah cerita kecuali Sumba Barat Daya yang baru berhasil merampungkan 11 cerita dan masih terus berproses.
Karena itu kepada para guru yang sudah memberikan bukti kemampuan menulis mereka dengan menghasilkan 91 naskah cerita dalam kurun waktu sepekan, Syaiful mengimbau para guru agar terus berkarya agar makin banyak sumber literasi bagi anak-anak sekolah dasar.
“Kita semua tahu kalau sumber literasi kita di NTT masih sangat minim sehingga kemampuan yang sudah bapak-ibu tunjukkan ini jangan hanya sampai disini, tetapi harus terus diasah untuk menghasilkan makin banyak cerita,” ungkapnya.
Mengenai kelanjutan proses penyaringan, editing, penyuntingan hingga penerbitan ISBN dan pencetakan cerita-cerita ini, Syaiful menegaskan Kantor Bahasa Provinsi NTT akan memberikan dukungan penuh terhadap semua proses yang dibutuhkan tersebut.
Provinsial manager INOVASI NTT, Hironimus Sugi dalam sambutannya juga mengapresiasi semangat bapak-ibu guru, fasilitator daerah hingga para pemateri yang sudah bekerja keras tanpa mengenal lelah dalam upaya menggali ide, menuangkannya dalam naskah cerita hingga proses penyuntingan awal.
Hironimus mengungkapkan target awal dari kegiatan ini adalah menghasilkan 40 naskah cerita. Namun faktanya para guru dan fasilitator daerah yang terlibat dalam penulisan naskah cerita ini mampu mengeksplor lebih banyak ide sehingga terkumpul 91 naskah cerita.
“Ini adalah bukti bahwa bapak-ibu guru mampu untuk menghasilkan buku cerita bagi anak-anak yang adalah generasi masa depan NTT,” tegasnya.
Menurutnya INOVASI NTT juga akan terus memberikan dukungan penuh terhadap semua proses selanjutnya untuk menghasilkan lebih banyak buku cerita nonteks bagi anak-anak NTT khususnya di Pulau Sumba dan Kabupaten Nagekeo yang menjadi daerah binaan INOVASI NTT.
“Ini semua masih bersifat sementara karena bapak-ibu guru masih semangat untuk bisa menghasilkan naskah cerita lagi,” ungkap Distrik Officer INOVASI Kabupaten Sumba Timur, Andika Dewantara.(ONI)








