Scroll to Top
Monolog Sarung Penyembuh Luka: “Gugatan Terhadap Praktik Kawin Tangkap di Sumba”
Posted by maxfm on 29th November 2021
| 1183 views
Ira Lodang sebagai pemeran Lodang dalam Monolog Sarung Penyembuh Luka Gugatan [Foto Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Petikan jungga (alat musik tradisonal Sumba) mengalun pelan diikuti suara penyanyi Ata Ratu dalam bahasa Kambera membuka monolog “Sarung Penyembuh Luka” dalam Acara Malam Budaya Konsultasi Nasional (Konas) Perempuan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sabtu (27/11/2021). Lagu yang dibawakan Ata Ratu ini berisi pesan menghentikan kekerasan terhadap perempuan.

Seorang perempuan renta berusia 66 tahun dengan sarung hitam pudar dan kaos garis-garis kebesaran, tertatih-tatih melangkah memasuki panggung Gedung MPL Hapu Mbay lalu tidur di atas balai-balai bambu beralaskan tikar lusuh. Di ujung lagu Ata Ratu, empat orang remaja laki dan perempuan sedang bersenda gurau di panggung dan dikejutkan dengan kehadiran seorang laki-laki yang menarik paksa seorang anak perempuan usia 14 tahun dan anak laki-laki berusia 14 tahun, mereka dipaksa untuk duduk bersanding. Lalu seorang perempuan dewasa mengenakan slayer putih kepada kedua anak dan jas hitam kepada anak laki-laki, layaknya pengantin.




Selang dua menit, kembali laki-laki dewasa ini menarik dengan kasar seorang remaja perempuan lalu. Remaja perempuan ini memberontak tapi tetap ditarik dan dipaksa untuk duduk. Tinggal seorang remaja perempuan. Seorang perempuan dewasa masuk dengan langkah sombong lalu mengikat tangan remaja perempuan ini dan menariknya duduk di pinggir panggung.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons