Scroll to Top
Anak-Anak Harus Senang Berada di Sekolah
Posted by maxfm on 17th November 2021
Provinsial manager INOVASI NTT, Hironimus Sugi (layar LCD) memberikan sambutan secara virtual. (FOTO: ONI)

MaxFM, Waingapu – Anak-anak harus bisa berbahagia dan nyaman berada di sekolah sehingga proses belajar hingga bahan literasi di sekolah harus dibuat sebaik mungkin agar anak-anak senang membacanya setiap hari.




Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur, Yunus D. Wulang menyampaikan hal ini dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan bengkel penulisan dan penerjemahan berbagai cerita dan karya dalam dwibahasa (bahasa Indonesia dan bahasa daerah) yang diselenggarakan INOVASI NTT dan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlangsung di Aula Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Waingapu, Rabu (17/11/2021).

“Jadi anak-anak harus senang ke sekolah karena ada kenyamanan di sekolah sehingga orang tua tidak perlu marah anak-anak lagi agar ke sekolah,” ungkapnya.

Yunus mengungkapkan kegiatan bengkel penulisan dan penerjemahan berbagai cerita dalam dwibahasa ini harus menghadirkan buku-buku bacaan yang menarik untuk dibaca oleh anak-anak sekolah.



“Anak-anak harus tetap suka baca buku yang tersedia di sekolah setiap hari. Jangan sampai anak-anak bosan membaca satu buku,” jelasnya.

Ditambahkannya penulisan buku-buku cerita dan karya yang akan dihasilkan juga harus memenuhi standar kualitas dan sopan santun berbahasa yang kreatif, cerdas serta menghormati budaya ketimuran yang ada.

“Jadi jangan sampai ada kata-kata yang tidak menghormati budaya sopan santun ketimuran kita,” ungkapnya.

Provinsial manager INOVASI NTT, Hironimus Sugi menambahkan sesuai dengan hasil penelitian di sekolah-sekolah menunjukkan bahwa anak-anak sekolah di NTT memiliki minat untuk membaca namun bahan bacaan yang tersedia masih sangat minim sehingga kemampuan literasi anak-anak menjadi kurang maksimal.




“Kecenderungan anak-anak membaca itu 80 persen namun ketersediaan bahan bacaan masih dibawah 20 persen,” jelasnya.

Walau demikian Hironimus menjelaskan ada banyak guru dan penulis yang menghasilkan tulisan-tulisan secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan bahan bacaan di sekolah-sekolah sehingga melalui kegiatan ini diharapkan para guru dan penulis yang selama ini menulis cerita secara mandiri bisa mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana menulis dengan rambu-rambu yang baik sehingga tulisan-tulisan yang dihasilkan ke depan bisa lebih menarik untuk dibaca anak-anak.




Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT, Syaiful Bahri Lubis dalam sambutannya menjelaskan kegiatan pelatihan penulisan dan penerjemahan yang dilakukan bersama dengan INOVASI NTT di Sumba Timur saat ini merupakan kegiatan ketujuh yang dilakukan Kantor Bahasa Provinsi NTT selama tahun 2021 sehingga diharapkan bisa menghasilkan lebih banyak tulisan-tulisan dalam bahasa daerah dari Provinsi NTT.

“Kita sudah lakukan di Kabupaten Belu, TTU, TTS, Kabupaten Kupang, Manggarai dan Kabupaten Kupang II, dan sekarang di Sumba Timur,” jelasnya.

Hasil dari tulisan-tulisan yang dihasilkan kemudian dapat diterbitkan, digandakan bahkan boleh didistribusikan di seluruh wilayah kabupaten/kota di NTT, bahkan di luar Provinsi NTT sehingga bisa dibaca oleh orang Sumba Timur di luar Sumba Timur di Provinsi NTT bahkan di luar Provinsi NTT.




“Target kita 21 cerita rakyat dari Provinsi NTT untuk tahun 2021, namun dengan adanya tambahan peserta yang dihadirkan INOVASI kita harapkan bisa lebih dari 21 naskah,” tandasnya.(ONI)

Show Buttons
Hide Buttons