Scroll to Top
“Batareak Mata Malotot” (Catatan Isolasi Mandiri)
Posted by maxfm on 29th Juli 2021
| 1047 views
Karikatur : Karya Yongky HS

MaxFM, Waingapu – Perjuangan panjang menjalani isolasi mandiri ini akhirnya selesai juga. Meskipun siapa yang berhak menyatakan selesai masih simpang siur. Hanya atas dasar itung-itungan teoritis saja, bahwa setelah 14 hari masa inkubasi virus sudah usai. Antibodi tubuh sudah terbentuk, dan penderita tidak beresiko lagi menularkan virus. Ini asumsi yang bisa didasari dengan tes antibody. Lebih akurat lagi menggunakan tes PCR.




Tapi siapakah yang berhak menyatakan seseorang itu sembuh dari sakit? Dokterkan? Harus ada Surat Dokter kan?

Sudah 14 hari lewat sejak dinyatakan positif lewat Rapid Antigen, ini beberapa gejala yang masih ada khususnya saya: masih pilek dan batuk sesekali, serta mudah capek. Istri saya dan anak-anak tidak memiliki keluhan yang berarti. Hanya saja kenapa semua kalau saya ajak omong harus batareak. Apa suara saya kian mengecil? Atau pengaruh parau jadi gak jelas pengucapannya? Atau jangan-jangan pendengaran kita mulai terganggu sejak positif covid 19? Jangan kaget ya, andai memang semua pendengaran mulai terganggu maka satu rumah sudah sangat seru. Semua kalau omong batareak supaya bisa didengar. Apa-apa jadi harus batareak.



Belajar tertib demi kepentingan bersama, kami coba mengikuti alur yang ada. Pertama maka kami melapor kembali ke Gugus Covid 19 dalam hal ini kelurahan dan Puskesmas setempat, bahwa kami sudah menjalani masa isolasi. Selanjutnya, Jumat 23 Juli 2021 dirujuk untuk menjalani tes (pake rapid antibody). Sampai di sini dijelaskan bla..bla…bla…, Intinya sudah negatif. Surat keterangan sehat akan dikeluarkan Senin 26 Juli 2021.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons