Scroll to Top
Petani Malumbi Kembali Andalkan Sumur
Posted by maxfm on 7th Juni 2021
| 374 views
Inilah salah satu sumur yang digunakan petani Malumbi untuk menyiram sayur. (FOTO:ONI)

MaxFM, Waingapu – Masyarakat petani sayur di Kelurahan Malumbi Kecamatan Kambera, Sumba Timur kembali mengandalkan sumur untuk menyiram tanaman sayur mereka. Hal ini dilakukan petani karena sudah dua bulan saluran irigasi Bendungan Kambaniru kering pasca banjir bandang April lalu.




Ketua Kelompok Tani (Poktan) Marangga Hamu, Lu Anakonda (53) menjelaskan lahan mereka setiap tahun selalu ditanami dengan sayuran, dan tidak dengan padi. Namun karena lahan pertanian mereka berada di dekat saluran irigasi, mereka memanfaatkan aliran air pada saluran irigasi untuk menyiram tanaman mereka.

“Selama ini kami sedot air dari saluran irigasi untuk siram tanaman sayur kami,” jelasnya.

Namun sejak Minggu (4/4/2021) banjir bandang yang merobohkan salah satu bagian Bendungan Kambaniru mengakibatkan saluran irigasi menjadi kering dan mereka tidak bisa lagi menyiram menggunakan air dari saluran irigasi tersebut.



“Jadi kita gali sumur kembali supaya bisa tetap siram tanaman sayur yang sudah ada,” jelasnya.

Mengenai kedalaman sumur gali yang ada di lahan pertanian mereka, Anakonda yang ditemui bersama dua anggotanya, Rambu Ana Kapita (63) dan Elisabeth Kanora Mburu (52) menambahkan cukup bervariasi namun paling dalam sumurnya mencapai tujuh meter.

“Ada sumur yang tiga meter, ada yang empat meter, lima meter dan juga enam meter,” jelasnya.




Anakonda menambahkan keputusan menggali sumur untuk menyiram sayuran mereka ini dikarenakan dirinya dan sejumlah petani sudah menanam sayuran sebelum banjir bandang melanda Sumba Timur, termasuk areal tanaman mereka. Karena itu pilihan menggali sumur harus dilakukan agar sayuran mereka dapat tetap hidup.

“Saya punya kacang panjang sudah tanam sebelum banjir, jadi setelah banjir gali sumur supaya tetap siram,” jelasnya.




Rambu Ana Kapita menambahkan karena saat ini mereka harus menyiram tanaman sayur menggunakan air dari sumur, mereka harus bekerja lebih lama, karena menunggu giliran penggunaan mesin pompa air yang ada.
“Kalau mesin pompa nya terganggu, kami tarik saja air dari sumur untuk siram karena tidak mungkin kasih tinggal tanaman mati,” jelas Rambu.



Pantauan media ini lahan pertanian para petani sudah tertanami dengan sejumlah tanaman sayuran seperti kangkung, sawi hingga tomat dan kacang panjang.(ONI)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons