Scroll to Top
UN Tatap Muka Terbatas di Zona Hijau
Posted by maxfm on 28th April 2021
| 293 views
Sekretaris Daerah – Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur, Domu Warandoi, SH., M.Si. [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD) untuk Kabupaten Sumba Timur dilakukan dengan dua cara yakni tatap muka terbatas untuk sekolah-sekolah yang berada di zona hijau penyebaran Covid-19, sedangkan yang berada di zona merah dilakukan secara daring.



Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Timur, Domu Warandoi, SH., M.Si menyampaikan hal ini kepada MaxFm Waingapu melalui sambungan telepon langsung dari SD Negeri Laindeha bersama Radio Max 96.9 FM Selasa (27/4/2021). Dijelaskannya keputusan ini dilakukan untuk memastikan tidak muncul klaster baru penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur pasca pelaksanaan UN.

Walau demikian pelaksanaan UN tatap muka terbatas yang dilaksanakan oleh sekolah-sekolah di zona hijau juga diwajibkan untuk melaksanakan protokol kesehatan secara ketat sebagaimana yang diamanatkan dalam surat edaran Bupati Sumba Timur tentang pelaksanaan UN di tengah Pandemi Covid-19 saat ini.




“Surat edaran bupati sudah dikeluarkan dan pelaksanaan UN tatap muka terbatas harus mematuhi protokol kesehatan secara ketat, karena kesehatan dan keselamatan anak-anak didik kita adalah yang terpenting,” ungkapnya.

Untuk memastikan pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah-sekolah yang menyelenggarakan UN tatap muka terbatas, Domu Warandoi mengaku Bupati meminta Wakil Bupati Sumba Timur dan dirinya berbagi tugas untuk memantau pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah-sekolah yang melaksanakan UN tatap muka terbatas.

“Saya sedang memantau di Laindeha dan protokol kesehatan dilaksanakan oleh guru-guru kita disini dengan sangat baik,” jelasnya.




Dimana menurutnya dari pantauan tersebut pelaksanaan UN dilaksanakan dengan mengatur jarak duduk peserta UN minilai satu hingga dua meter sehingga dalam satu ruangan ujian hanya diisi oleh 10 orang peserta ujian. Namun sebelum memasuki ruang ujian, peserta ujian juga diperiksa suhu tubuhnya dan harus mencuci tangan dengan air dan sabun yang disediakan sekolah sebagai bagian dari penerapan protokol kesehatan.

Sementara itu untuk sekolah-sekolah yang berada di zona merah penyebaran Covid-19 dilakukan UN secara daring sehingga anak-anak tetap mengikuti pelaksanaan UN namun diikuti dari rumah masing-masing.



Walau demikian bagi peserta ujian yang tidak memiliki perangkat untuk mengikuti UN secara daring, guru-guru dipersiapkan untuk mengantarkan paket soal ujian setiap harinya ke rumah agar semua peserta ujian tetap dapat mengikuti UN.

“Guru-guru yang mengantar soal juga dilakukan pemeriksaan rapid antigen di Dinas Pendidikan sebelum pelaksanaan ujian,” jelasnya.

Diharapkannya dengan pelaksanaan ujian yang diatur mengikuti amanat dari surat edaran Bupati Sumba Timur tertanggal 18 April 2021 lalu tentang perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) keenam ini dapat menjadi salah satu bagian dari upaya untuk bersama memutus mata rantai penyebaran virus SarsCov-2 penyebab Covid-19 sehingga angka penularan di Kabupaten Sumba Timur yang terus naik saat ini dapat ditekan.




“Semoga dengan ini (UN tatap muka terbatas dan daring), anak-anak kita tidak terpapar Covid-19 dan angka penularannya juga bisa kita tekan,” tandasnya.(TIM)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons