Scroll to Top
Gubernur Tegaskan Jangan Ragu Realokasi Anggaran
Posted by maxfm on 11th Februari 2021
| 378 views
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat Saat memimpin Rakor Pemda Se NTT di Lambanapu Sumba Timur (21/12/2019) [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan kepada para bupati/wali kota se-NTT untuk tidak ragu melakukan realokasi anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten/kota untuk penanganan Covid-19.

Penegasan ini disampaikan Gubernur VBL dalam rapat koordinasi yang dipimpinnya bersama bupati/wali kota se-NTT yang dilaksanakan secara virtual, Selasa (9/2/2021). Ditegaskannya realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 tidak boleh dilakukan dengan setengah hati, melainkan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di NTT yang kian mengkhawatirkan, karena hampir semua kabupaten/kota di NTT sudah terjadi penyebaran Covid-19 dari transmisi lokal.



Karena itu, alokasi anggaran yang tidak terlalu mendesak seperti perjalanan dinas dan item lainnya dapat dibatalkan dan anggarannya di realokasi ke bidang kesehatan, terutama penanganan Covid-19 dan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sudah mulai meningkat di awal tahun 2020 ini.

“Bapak gubernur minta agar para bupati/wali kota jangan ragu untuk melakukannya (realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19),” tegas Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Marius Ardu Jelamu kepada MaxFm melalui sambungan telepon dengan Radio MaxFm, Rabu (10/2/2021).

Ditambahkannya selain meminta para bupati/wali kota untuk memastikan anggaran penanganan Covid-19 tersedia dengan baik, Gubernur VBL juga meminta agar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi NTT maupun kabupaten/kota untuk tidak lagi merahasiakan identitas pasien positif Covid-19, namun diumumkan agar diketahui dan dapat dipantau serta dilakukan langkah-langkah pencegahan bersama di tengah masyarakat.




“Dengan diumumkan, kalau yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri di rumah, bisa dipantau masyarakat sekitar. Sedangkan masyarakat sekitar juga bisa memberikan suport kepada pasien positif Covid-19, sehingga bisa lebih cepat pulih,” tegas Marius mengutip pernyataan VBL.

Mantan Penjabat Bupati Manggarai ini menambahkan, pada kesempatan tersebut, Gubernur VBL juga mengingatkan kepada bupati/wali kota se-NTT agar tidak hanya memberikan fokus perhatian pada penanganan Covid-19. Namun juga harus waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian jentik nyamuk, karena saat ini sudah masuk musim penghujan dan DBD bisa saja mengancam di Tengah Pandemi Covid-19.



Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, dr. Chrisnawan Tri Haryantana kepada MaxFm melalui sambungan telepon Rabu (10/02/2021) juga menjelaskan dirinya ikut mendampingi Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbiliyora, M.Si dalam rapat kerja bersama Gubernur NTT, sehingga dirinya kembali mengingatkan kepada masyarakat Sumba Timur untuk melaksanakan Pengendalian Sarang Nyamuk (PSN) secara berkualitas sebagaimana yang dilakukan pada tahun 2020 silam.



Hal ini menurutnya penting dilakukan karena dengan PSN yang berkualitas, jentik nyamuk tidak akan berkembang menjadi nyamuk dewasa sehingga jumlah nyamuk dewasa terbatas dan pada akhirnya DBD dapat dikendalikan.

“Saya mau ingatkan sejak 1 Januari 2021 sampai dengan pertengahan Februari sudah ada 26 kasus DBD, sehingga perlu diwaspadai dengan melakukan PSN berkualitas,” ungkapnya.

Diharapkannya pelaksanaan PSN berkualitas ini dapat membantu pengendalian dari titik awal, sehingga kejadian luar biasa (KLB) DBD tahun 2019 lalu tidak lagi terulang, melainkan keberhasilan pengendalian yang dilakukan bersama masyarakat tahun 2020 lalu bisa kembali diulang dan ditingkatkan.




“Jangan sampai DBD mengancam kita di Tengah Pandemi ini,” tandasnya.(TIM)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons