Scroll to Top
Dalam Tiga Hari Dua Warga Sumba Timur Ditemukan Tidak Bernyawa
Posted by maxfm on 19th Februari 2021
| 1625 views
Kapolres Sumba Timur, AKBP. Handrio Wicaksono, S.IK [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Masyarakat Kelurahan Kawangu dan Kelurahan Kuta dihebohkan dengan penemuan jenasah dalam kurun waktu tiga hari terakhir. Penemuan jenasah di Kelurahan Kawangu, Selasa terjadi (16/2/2021) sekitar pukul 17:30 Wita, sedangkan penemuan jenasah di Kelurahan Kuta Kamis (18/2/2021) sekitar pukul 10:00 Wita.




Kapolres Sumba Timur, AKBP. Handrio Wicaksono, S.Ik melalui pesan WhatsApp, Kamis (18/2/2021) malam membenarkan adanya penemuan dua jenasah tersebut. Dijelaskannya anggotanya sudah turun ke kedua lokasi penemuan jenasah tersebut dan sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Handrio menjelaskan, peristiwa penemuan jenasah di Kelurahan Kawangu, tepatnya di selokan air dekat Kantor Camat Pandawai terjadi Selasa (16/2/2021) sekitar pukul 17:30 Wita, saat warga masyarakat sekitar sedang berolahraga dengan bermain bola volley.

“Saat bola keluar lapangan dan mau diambil bolanya, baru jenasah almarhum dilihat dan dilaporkan ke aparat kepolisian,” jelasnya.



Ditambahkannya berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat yang menemukan jenasah almarhum diketahui almarhum bernama Padangh Tara Pandjang (54) yang adalah warga RT 21 RW 07, Kelurahan Kawangu, Kecamatan Pandawai.

“Kondisi almarhum saat ditemukan dalam posisi tengkurap di dalam selokan sehingga sempat tidak dikenali,” jelas Handrio mengutip keterangan saksi yang menemukan almarhum, Ferdi Purumbawa yang juga adalah majikan almarhum.

Setelah menemukan korban, masyarakat melaporkan hal ini ke Polsek Pandawai, sehingga Kapolsek Iptu Maxon Mutu Pabundu bersama anggota langsung turun ke lokasi dan melakukan olah TKP. Dimana setelah mengenali identitas korban, keluarga korban kemudian diberikan penjelasan oleh Kapolsek Pandawai dan anggota, agar jenasah almarhum bisa dilakukan pemeriksaan luar maupun autopsi untuk memastikan penyebab meninggalnya almarhum.



Namun pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenasah almarhum dan menerima peristiwa ini sebagai musibah sehingga aparat kepolisian yang dibantu tim dokter dari Puskesmas Kawangu, hanya bisa melakukan pemeriksaan luar atau visum et repertum dan disimpulkan tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ada di tubuh korban.

“Hasil visum tidak ada tanda-tanda kekerasan dan keluarga juga menerima peristiwa ini dengan ikhlas sehingga menolak untuk diautopsi,” ungkapnya.

Selanjutnya mengenai penemuan mayat di Kelurahan Kuta, Kecamatan Kanatang, Kamis (18/2/2021), Handrio menjelaskan penemuan jenasah perempuan berusia 19 tahun yang bernama Mujisat Sofia Dolarosa ini ditemukan dalam keadaan tertidur dengan posisi miring sebelah kanan dan ditemukan pertama kali oleh warga setempat, Dionisius Hina Wungu Langu (35) yang sedang berjalan di pesisir pantai dan langsung melaporkan temuan nya ke Pos Pol PP Kelurahan Kuta yang tidak jauh dari lokasi penemuan jenasah almarhumah.




“Dari tubuh korban ditemukan ada darah yang sudah mengering di bagian kepala korban,” jelasnya.

Anggota Satpol PP yang menerima laporan dari Dionisius kemudian melanjutkan laporan tersebut ke Bhabinkamtibmas Desa Kuta, yang kemudian dilaporkan ke SPKT Polres Sumba Timur. Selanjutnya anggota SPKT Polres Sumba Timur langsung menuju ke TKP dan melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenasah almarhumah dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Umbu Rara Meha (RSUD URM) Waingapu guna dilakukan pemeriksaan dan autopsi.

“Karena ada bekas luka di wajah almarhumah sehingga diputuskan untuk dilakukan autopsi, dan saat ini jenasah almarhumah masih dalam proses untuk dilakukan autopsi di ruang jenasah RSUD URM Waingapu,” jelas Handrio.



Ditambahkannya sesuai dengan kesaksian dari salah satu karyawan Dinas Perhubungan Kabupaten Sumba Timur, Patin Ndamung (23) Kamis (18/2/2021) kepada petugas dijelaskan bahwa pada Rabu (17/2/2021) sekitar pukul 14:00 Wita, Sofia menerima telepon dan sempat bertengkar dengan seseorang dibalik telepon sehingga sempat ditegur oleh saksi, namun tidak dihiraukan almarhumah.

“Setelah bertengkar di telepon, beberapa menit kemudian korban mematikan telepon dan kembali menghubungi orang lain,” jelas Handrio mengulangi kesaksian Patin.




Setelah itu menjelang malam atau sekitar pukul 18:30 Wita, almarhumah keluar meninggalkan rumah dengan mengenakan pakaian yang sama saat almarhumah ditemukan di pantai Londa Empat, namun pada saat keluar meninggalkan rumah almarhumah tidak sempat pamit kepada keluarga di rumah, sehingga tidak diketahui kemana tujuannya.

“Saksi juga menjelaskan almarhumah memiliki pacar bernama Aldi, sehingga pihak kepolisian masih mendalami informasi ini, apakah meninggalnya korban ada hubungannya dengan pacarnya atau tidak,” jelasnya.

Mengenai jumlah kasus penemuan jenasah yang terjadi di wilayah hukum Polres Sumba Timur di tahun 2021 ini, menurut Handrio tercatat sudah lima kasus penemuan jenasah yang terdiri dari tiga orang jenasah berjenis kelamin perempuan dan dua jenasah berjenis kelamin laki-laki.(ONI)




Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons