Scroll to Top
BPJS Ketenagakerjaan Sumba Timur Cairkan Rp 16 Miliar Lebih
Posted by maxfm on 23rd Februari 2021
| 330 views
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sumba Timur, Haryanjas Pasang Kamase [Foto : Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Selama tahun 2020 Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Sumba Timur mencairkan klaim untuk sejumlah produk dengan total uang yang dicairkan sebanyak Rp 16 Miliar lebih.



Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sumba Timur, Haryanjas Pasang Kamase menyampaikan hal ini kepada awak media di kantornya, Senin (22/2/2021). Dijelaskannya, pencairan klaim dari peserta BPJS Ketenagakerjaan Sumba Timur ini sebagai bagian dari kontribusi BPJS Ketenagakerjaan Sumba Timur dalam mendukung ketahanan ekonomi masyarakat Sumba Timur di tengah Pandemi Covid-19.

“Justru di tengah Pandemi ini banyak peserta kita mengajukan klaim dan kita layani,” ungkap Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sumba Timur, Haryanjas Pasang Kamase.




Diuraikannya dari Rp 16 Miliar lebih yang dicairkan BPJS Ketenagakerjaan Sumba Timur pada tahun 2020 lalu, terbanyak klaim dibayarkan untuk jenis produk Jaminan Hari Tua (JHT) yakni sebanyak Rp 15 Miliar lebih, diikuti dengan jaminan kematian sebanyak Rp 876 juta lebih dan sisanya Rp 205 juta lebih dibayarkan untuk klaim jaminan kecelakaan kerja.

Ditambahkannya sampai dengan saat ini jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan di Sumba Timur sebanyak 12 ribu lebih dan hampir semuanya merupakan peserta dengan kategori sebagai pekerja penerima upah. Sedangkan untuk pekerja bukan penerima upah jumlahnya masih sangat minim, sehingga akan menjadi fokus kerja bagi BPJS Ketenagakerjaan Sumba Timur di tahun 2021.

“Memang pekerja bukan penerima upah ini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita,” jelasnya.




Ditambahkannya pekerja bukan penerima upah seperti petani, nelayan, tukang ojek hingga pekerja media yang bekerja tanpa batasan waktu sangat lah beresiko untuk mengalami kecelakaan kerja sehingga pihaknya akan berusaha untuk mengkomunikasikan ini dengan pemerintah daerah, sehingga para pekerja bukan penerima upah ini bisa difasilitasi untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Para nelayan kita kan pasti melaut di tengah malam, dan gelombang laut tidak bisa diprediksi, sehingga harus bisa kita lindungi para nelayan kita,” urainya.



Dijelaskannya iuran untuk mendapatkan tiga jaminan yakni JHT, jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja nilainya per bulan lebih murah dibandingkan dengan sebungkus rokok. Karena itu masyarakat Sumba Timur terutama pekerja bukan penerima upah harus mendapatkan sosialisasi dan fasilitasi dari pemerintah untuk mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sebab bukan hanya besaran iuran nya yang cukup terjangkau dengan Rp 16.800 per bulan. Tetapi manfaatnya juga sangat besar.

“Kalau pesertanya meninggal dunia, kita bayar klaim nya Rp 42 juta. Bahkan kalau peserta itu baru terdaftar dan membayar iuran satu atau dua bulan,” jelasnya.



Diharapkannya ke depan dengan sosialisasi yang akan dilakukan pihaknya bisa mendapatkan dukungan dari pemerintah, sehingga masyarakat Sumba Timur yang bekerja di sektor pertanian dan perikanan bisa terproteksi dengan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan sehingga masyarakat bisa bekerja dengan lebih nyaman.(TIM)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons