Scroll to Top
Semua yang Bernafas, Pujilah Tuhan
Posted by maxfm on 16th November 2019
| 718 views
Bupati Sumba Timur, bersalaman dengan Pater Deken Dekenat Sumba Timur, Pater Vikjend Keuskupan Waetabula, Ketua Panitia dan Pastor Paroki BMSM Kambajawa, setelah membuka Pesperani Tingkat Kabupaten Sumba Timur.(Foto: ONI)

MaxFm, Waingapu – Pesta paduan suara gerejani (Pesperani) adalah diawali dengan kata pesta. Karena itu, sebuah pesta tidak boleh berakhir dengan suara sumbang karena merasa lebih baik dari tim lain. Tetapi harus bisa saling menerima dan mengapresiasi. Karena sesungguhnya pesta harus berakhir dengan kebahagiaan bersama, apalagi yang namanya Pesperani.

Pastor Deken, Dekenat Waingapu, Pater Leonardus Hoa Ratan menegaskan hal ini dalam sambutannya pada pembukaan Pesperani Tingkat Kabupaten Sumba Timur pertama yang dilaksanakan di Paroki Bunda Maria Selalu Menolong (BMSM) Kambajawa, Jumat (15/11) malam. Pater Leo menegaskan, sebagaimana tema yang diangkat dalam Pesperani pertama di Sumba Timur ini yakni Omnis Spiritus Laudet Dominum atau semua yang bernafas, pujilah Tuhan. Maka semua peserta dimintanya untuk bernyanyi dengan baik, karena bernyanyi yang baik nilainya sama dengan dua kali berdoa.



Ditegaskannya, Pesperani ini bukanlah ajang lomba untuk memperebutkan siapa yang keluar sebagai juara, melainkan ajang ini harus dimanfaatkan sebagai ajang untuk bergembira bersama, dan memuji Tuhan. Karena itu, setiap peserta harus bisa memuliakan Tuhan melalui pujian yang disampaikan. “Kalau ada yang nantinya juara, yang tidak juara jangan menambahkan suara sumbang diluar dengan pandangan negatif. Karena kita semua hadir untuk memuji Tuhan dengan suara yang diberikan Tuhan kepada masing-masing kita,” tegasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons