Scroll to Top
OBAT HIV DTG
Posted by maxfm on 15th Agustus 2019
| 1486 views
FX. Wikan Indrarto Dokter Spesialis Anak, Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, Alumnus S3 UGM

MaxFM, Waingapu – Berdasarkan bukti baru yang menilai aspek manfaat dan risiko, WHO merekomendasikan penggunaan obat HIV dolutegravir (DTG), sebagai terapi antiretroviral (ART) atau pengobatan lini pertama dan lini kedua untuk semua populasi, termasuk ibu hamil. Apa yang perlu dicermati?

Penelitian awal telah menyoroti hubungan yang mungkin antara DTG dan cacat tabung saraf (neural tube defects), berupa kelainan bawaan pada otak dan tulang belakang, misalnya spina bifida, pada bayi yang lahir dari ibu yang menggunakan obat DTG. Data ini dilaporkan pada Mei 2018 dari sebuah penelitian di Botswana, Afrika yang menemukan 4 kasus cacat tabung saraf dari 426 ibu hamil yang menggunakan DTG. Berdasarkan temuan awal ini, banyak negara telah menyarankan ibu hamil dalam terapi antiretroviral (ART), untuk menggunakan efavirenz (EFV) sebagai obat penggantinya.



HIV-AIDS tetap menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat paling signifikan di dunia, khususnya di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Peningkatan akses ke terapi antiretroviral (ART), orang dengan HIV-AIDS (ODHA) sekarang hidup lebih lama dan lebih sehat. Selain itu, telah dikonfirmasi bahwa penggunaan ART mampu mencegah penularan infeksi HIV selanjutnya. Diperkirakan 23,3 juta ODHA menerima pengobatan HIV, Namun secara global, hanya 62% dari 37,9 juta ODHA pada 2018 yang menerima ART. Kemajuan juga telah dibuat dalam mencegah dan menghilangkan penularan dari ibu ke anak dan menjaga ibu tetap hidup. Pada tahun 2018, terdapat 8 dari 10 wanita hamil yang hidup dengan HIV, atau 1,1 juta wanita, yang menerima ART.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons