
MaxFM Waingapu, SUMBA – Kapolres Sumba Timur AKBP Nanang Wahyudi, memaparkan sejumlah program prioritas dan strategi utama dalam menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah hukumnya.
Kepada awak media di ruang kerjanya, Senin, 28 September 2026, Kapolres AKBP Nanang menegaskan, penanganan aksi pencurian, khususnya pencurian ternak (curnak), menjadi salah satu prioritas utama yang harus diberantas secara tegas.
“Saya meminta kepada aparat kepolisian di sumba timur untuk memprioritaaskan penanganan berantas curnak transparan dan tegas, humanis dan psikologis, pelayanan prima, cepat, mudah tanpa pungli, jaga adat dan budaya sumba, tertib lalulintas, solid internal,” tegas AKBP Nanang.
Selain penegakan hukum, Kapolres AKBP Nanang juga memprioritaskan anggotanya untuk selalu menjalankan tugas dengan pendekatan yang humanis serta memperhatikan aspek psikologis masyarakat. Jajaran kepolisian juga diinstruksikan untuk memberikan pelayanan prima dan turut memelihara serta menghormati adat-istiadat lokal.
Di bidang lalu lintas, penjagaan serta pengawasan mobilitas orang, barang, hingga hewan menjadi fokus perhatian mengingat kondisi jalanan yang terbilang ramai. Langkah penertiban dan penjagaan ini dilakukan guna meminimalisir timbulnya kerugian materiil maupun mencegah adanya korban jiwa.
Untuk mendukung keberhasilan seluruh program ini, Kapolres Nanang menekankan pentingnya penguatan komunikasi dan soliditas antar-fungsi di lingkungan Polres. Seluruh personel diminta untuk bergerak bersama, meningkatkan koordinasi, dan tidak bekerja secara sendiri-sendiri.
Ketika ditanya wartawan terkait anggota polisi yang terlibat pencurian sapi pada Minggu, 6 September 2026 siang di Desa Rambangaru, Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur, Kapolres AKBP Nanang Wahyudi bilang anggotanya sedang menjalani penempatan khusus (Patsus) di Polda NTT. [HD]








