Scroll to Top
Tak Lagi Khawatir Biaya, JKN Dampingi Agustinus Rawat Sang Putri
Posted by maxfm on 30th Desember 2025
Peserta JKN, Agustinus Landu Jawa (43), warga Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu sedang mendampingi anaknya di Rumah Sakit [Foto: ISTIMEWA]

MaxFM Waingapu, SUMBA – Selama lebih dari satu dekade, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Perlindungan nyata yang dihadirkan negara melalu Program JKN salah satu nya telah dirasakan langsung oleh Agustinus Landu Jawa (43), seorang warga Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu.

Ditemui saat sedang berada di ruang perawatan di salah satu rumah sakit di Sumba Timur, Agustinus tampak sibuk menjaga putrinya, Viona Margareta Konga Naha (11), yang sedang menjalani perawatan akibat penyakit yang dideritanya. Dengan mata yang sedikit lelah, ia menceritakan awal mula gangguan kondisi Kesehatan yang dialami anaknya tersebut.



“Saat itu anak saya sempat mengeluh sesak napas. Awalnya kami kira hanya karena batuk saja, tapi ternyata sesaknya tidak kunjung membaik hingga tiga hari. Karena khawatir semakin parah, saya langsung bawa berobat”, cerita Agustinus.

Seluruh prosedur pelayanan Kesehatan Agustinus Jalani tanpa kendala yang berarti. Anaknya Viona langsung mendapatkan pemeriksaan dan perawatan intensif sesaat setelah ia tiba di rumah sakit.

“Setelah diperiksa oleh dokter, anak saya langsung diarahkan untuk rawat inap agar kondisinya dapat terpantau. Dokter mengatakan ada sedikit gangguan kesehatan yang anak saya alami pada paru-parunya”, ucap Agustinus.



Selain seluruh prosedur pelayanan yang berjalan dengan lancar, yang membuatnya semakin lega Adalah mengetahui bahwa seluruh biaya perawatan anaknya ditanggung penuh oleh Program JKN.

“Bersyukur sekali saya dan keluarga sudah terdaftar program ini. Kalau tidak ada Program JKN, mungkin saya sudah bingung mencari biaya. Saya hanya petani, penghasilan tidak menentu. Bersyukur sekali ada JKN, jadi anak saya bisa dirawat dengan baik tanpa harus memikirkan uang dulu”, ungkapnya penuh haru.

Agustinus juga mengaku puas dengan pelayanan yang diterimanya selama mendampingi sang anak. Tenaga kesehatan melayani dengan ramah dan penuh perhatian. Bahkan, ia sempat ditemui oleh petugas BPJS SATU (Siap Membantu) saat melakukan kunjungan ke rumah sakit.

“Petugas BPJS SATU sempat datang menanyakan bagaimana pelayanan yang kami terima, apa sudah baik atau masih ada yang perlu dibenahi. Saya merasa diperhatikan sekali. Ternyata BPJS Kesehatan tidak hanya memberi jaminan biaya, tapi juga memastikan peserta nyaman dan terlayani dengan baik”, tambahnya.

Agustinus menuturkan bahwa keikutsertaannya sebagai peserta JKN semakin memudahkannya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan Ketika dibutuhkan, baik untuk dirinya sendiri maupun anggota keluarga. Ia merasa tenang karena kini dapat berobat jika sakit tanpa harus ragu bahkan jika sampai harus dirujuk ke rumah sakit.




“Dulu kami sering menunda ke dokter karena takut biayanya mahal. Sekarang kalau ada keluhan sakit, saya tidak ragu untuk langsung ke puskesmas untuk diperiksa. Kalau harus dirujuk, ya tinggal ikut prosedurnya. Tidak ada lagi rasa takut soal biaya”, ujarnya.

Menutup pembicaraan, Agustinus menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah, BPJS Kesehatan, dan seluruh peserta JKN yang secara tidak langsung telah membantu biaya pengobatan anaknya. Ia berharap kedepannya program ini terus berjalan dan semakin baik lagi.

“Saya hanya bisa bilang terima kasih. Semoga JKN selalu ada untuk masyarakat kecil seperti kami. Semoga semakin banyak orang yang sadar pentingnya jadi peserta, karena kita tidak pernah tahu kapan sakit datang. Dengan ikut JKN, hidup jadi lebih tenang”, tutupnya sambil tersenyum (GC/vd)

Show Buttons
Hide Buttons