Scroll to Top
Belajar Logika dari Komentar Arif Rahman Terhadap Revolusi Mental Jokowi
Posted by maxfm on 5th Juli 2014
| 1400 views
Sumber http://www.wisegeek.org/
Sumber http://www.wisegeek.org/

MaxFM – Waingapu, Menurut beberapa kalangan , logika merupakan sesuatu yang tidak terhindarkan dalam kehidupan manusia. Saat kita berpikir dan berkomunikasi, maka logika tidak dapat dielakkan. Salah satu dukungan terhadap posisi tersebut adalah seperti ini: “Hukum logika yang disebut hukum kontradiksi mengharuskan satu kata hanya memiliki satu makna ketika digunakan (dalam komunikasi atau berpikir). Tidak peduli berapapun banyaknya makna istilah tersebut dalam kamus, tetapi saat digunakan, maka istilah tersebut harus memiliki makna tunggal, sehingga jelas apa yang dirujuk oleh istilah tersebut. Kalau tidak, maka yang ada hanya kebingungan mutlak.”

Kalau pandangan itu benar, maka seharusnya logika menjadi sesuatu yang sangat penting yang harus diperhatikan dalam kehidupan dan dunia pendidikan karena dari pengalaman saya dan juga dan pengalaman serta pengamatan orang lain, tidak peduli berapapun tingginya tingkat pendidikan seorang manusia, dia tidak selamanya memiliki pandangan yang logis. Hal yang sama tentu saja berlaku bagi penulis karena penulis adalah juga manusia.

Dengan semangat untuk belajar logika, kita akan mencoba membahas komentar salah satu pakar pendidikan di Indonesia, Arif Rahman, terkait dengan frase revolusi mental yang dikumandangkan Jokowi cs.

Salah satu berita yang dimuat oleh salah satu media berita online di Indonesia, Arif Rahman mengatakan, untuk merubah mental, diperlukan proses. Revolusi mental merupakan upaya merubah mental manusia tanpa ada proses atau tanpa memperhitungkan perlunya waktu yang cukup untuk perubahan mental. Karena itu revolusi mental adalah sebuah kemustahilan.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons